Menyeimbangkan IQ, EQ, SQ, dan AQ di Tengah Keberagaman Masyarakat

KAMPUNG imunitas bangsa merupakan konsep lanjutan dari sinergitasTNI dengan pemerintah, dan masyarakat di wilayah Banjarmasin dalam rangka menyeimbangkan Intelegent Quotient (IQ), Emosi Quottient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Adversity quotient (AQ) di tengah keberagaman masyarakat.

TIDAK dipungkiri oleh kita bahwa arus globalisasi dan dampak teknologi informasi yang demikian deras telah mengikis nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang senantiasa kita jaga. Keinginan untuk bersatu, kebersamaan, toleransi atas perbedaan, gotong royong, berjuang pantang menyerah, dan lain sebagainya, yang selama ini menjadikan kekebalan bangsa (imunitas bangsa) mulai terkikis. Itu dikarenakan adanya ketimpangan dalam kondisi IQ, EQ, SQ dan AQ masyarakat. Virus pragmatisme yang berhasil menerobos jiwa dan mental masyarakat,” tutur Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya tentang upaya Korem 101/Antasari dalam penangkalan radikalisme di daerah.

Menurutnya, keseimbangan empat aspek, mutlak diperlukan di tengah bangsa Indonesia yang penuh dengan keragaman. Bagi bangsa Indonesia, kecerdasan secara partial tersebut tidaklah cukup untuk menjadikan menjadikan Indonesia sebagai negara pemenang di era persaingan global. Sebagaimana telah diwariskan para leluhur bangsa, generasi muda Indonesia harus menjadi sosok yang pintar dan terampil, berwawasan kebangsaan, iman dan taqwa kepada Sang Pencipta, serta mampu bangkit dalam mengatasi kegagalan dan tantangan.

“Kita ingat ketika para pejuang bersatu padu mengelola bangsa kita di tengah penjajahan dan gejolak konflik internal. Mereka mampu menempa diri menjadi generasi bangsa yang sanggup memerdekakan Indonesia, hanya dalam kurun waktu 17 tahun pasca Sumpah Pemuda. Semua sadar bahwa untuk meraih cita-cita yang luhur harus memiliki kesadaran untuk bersatu dan saling menutupi kekurangan masing-masing,” tegasnya.

“Berangkat dari pemikiran tersebut, maka kami bertekad untuk mengimplementasikan konsep pembangunan Imunitas Bangsa yang digagas Kasad Jenderal TNI Mulyono, bahwa kita harus membangun kembali nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang telah mempersatukan bangsa kita dalam bentuk pembangunan komunitas wilayah,” bebernya

Iklan Samping 300×250

Ke depannya, lanjutnya, di Banjarmasin secara simultan kampung imunitas ini (Kampung Hijau Tentara dan Kampung Religi) akan dimanfaatkan untuk mengembangkan nilai-nilai nasionalisme dan spiritual, serta keberagaman suku budaya dan agama, baik bagi anak sekolah maupun generasi muda di Banjarmasin.

“Pembekalan bela negara bagi para mantan narapidana dan pengangguran serta preman, juga merupakan pilot project dalam menumbuhkan nilai-nilai imunitas bangsa kepada masyarakat Banjarmasin,” tegasnya.

Selain penguatan nilai IQ, AQ, EQ, SQ, juga diharapkan aktifitas kegiatan karnaval, budaya kebangsaan, dan keagamaan, yang sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar sehingga aktifitas ini dapat semakin meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat dan daerah.

“Satu yang membuat kami bangga adalah pembangunan Kampung Hijau Tentara dan Kampung Religi, dibangun atas sukarela masyarakat sendiri,” pungkas mantan Aspers Kostrad ini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Menyeimbangkan IQ, EQ, SQ, dan AQ di Tengah Keberagaman Masyarakat