Dirgahayu

Pasokan Melimpah, Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Mulai Stabil

SETELAH hampir dua pekan harga bawang merah dan bawang putih merangkak naik hingga menembus angka Rp 30 ribu per kilogram, kini harga bahan utama bumbu masak kembali stabil. Ini setelah, pasokan dari daerah penghasil mulai memasuki pusat penjualan bawang merah dan bawang putih di Kota Banjarmasin.

SEPERTI di kawasan Pasar Harum Manis, yang menjadi sentral penjualan bawang merah dan bawang putih mulai disuplai pasokan yang cukup melimpah dari beberapa sentra produksi pangan itu. Bawang yang diangkut dari Surabaya itu, berasal dari Bima (Nusa Tenggara Barat), Brebes (Jawa Tengah) serta Makassar (Sulawesi Selatan) serta beberapa provinsi lainnya.

Pedagang bawang merah dan putih di Pasar Harum Manis, H Bustami mengakui sekarang harga bawang mulai stabil kembali turun ke angka Rp 18 ribu per kilogram.

“Sebelumnya, pada sepekan lalu, memang harga bawang merah sudah menembus Rp 32 ribu per kilogram. Sekarang sudah kembali ke harga normal Rp 18 ribu per kilogram. Begitupula, bawang putih dari Rp 32 ribu per kilogram, sekarang sudah bisa dijual Rp 21 ribu per kilogram,” ucap Bustami kepada jejakrekam.com, Kamis (19/4/2018).

Dia menduga harga bawang merah dan putih itu naik drastis akibat permainan para pedagang besar yang ada di Surabaya (Jawa Timur). Menurut Bustami, pemerintah pusat seharusnya tak perlu impor, karena produksi kedua bawang itu di beberapa daerah penghasil cukup melimpah, karena telah memasuki masa panen. “Terkecuali, bawang putih memang sebagian harus impor, sehingga harganya tak pernah turun hingga Rp 18 ribu per kilogram,” ucap Bustami.

Ia juga memastikan insiden kebakaran yang melanda Pasar Lima dan Pasar Harum Manis, hingga beberapa kios pedagang bawang turut terbakar tidak berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan bahan utama bumbu masak ini.

Sementara itu, di Pasar Sentra Antasari, akibat pasokan bawang merah dan bawang putih cukup melimpah, harga kedua komoditas itu juga mulai stabil. “Kalau pun harganya naik tidak seberapa. Semoga saja, jelang kedatangan bulan Ramadhan, pengiriman barang dari Pulau Jawa lancar, sehingga harga tetap stabil,” ucap Nasir, pedagang sembako Pasar Sentra Antasari.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi