Menakar Daya Kritis Mahasiswa Saat Demokrasi Telah Dibajak

SITUASI politik yang saat ini terjadi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan layaknya situasi perbanditan seperti istilah yang dipakai Mancur Olson. Ekonom Amerika dan ilmuwan sosial dari University of Maryland, College Park, dijadikan dosen FISIP Uniska Muhammad Arsyad AlBanjary, DR M Uhaib As’ad saat memberi kuliah umum Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) di Gedung Dakwah NU Kalsel, Jalan Achmad Yani Km 12,5 Gambut, Senin (5/3/2018).

BANYAK teori dan fakta yang diungkap Uhaib As’ad saat memberikan kuliah termasuk soal penguasaan politik dan ekonomi beralih dari bandit besar (strationary bandits) menuju bandit kecil (roving  bandits).

“Dalam teori Mancur Olson menyebutkan bahwa stationary bandits adalah tipe penjarah atau bandit yang mengorupsi uang rakyat tetapi dengan cara yang penuh hati-hati supaya harta jarahan tidak segera habis,” papar Uhaib, dalam kuliah umum UNUKASE bertajuk Peran Politik Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial dan Politik di Tengah Transisi Demokrasi: Menyongsong Pilkada Serentak 2018.

Untuk itu, doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang ini mengajak agar mahasiswa UNUKASE bisa bersikap kritis, dan mengembalikan jati dirinya sebagai agen perubahan, bukan terkungkung dalam rutinitas semu.

Apalagi, menurut Uhaib, faktanya perpolitikan Indonesia, terkhusu lagi Kalsel justru hanya dikuasai segelintir orang yang memainkannya sebagai arena pertarungan modal dan penguasaan sumber daya alam (SDA).

Uhaib pun mengaitkan dengan bukti-bukti adanya pengkhiatan dari elit politik dan parpol dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, justru hanya bermuara untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Contohlah dalam politik anggaran, seringkali diakali untuk mencapai tujuan busuk para elite lokal. Para pejabat daerah  bergaya hedonistik dengan cara menggunakan berbagai fasilitas negara yang ujungnya berakhir di tangan KPK karena praktik manipulatif dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan korupsi politik (political corruption). Ini fakta, bahwa banyak gubernur, bupati dan walikota yang ditangkap KPK, termasuk kasus yang terjadi di Kalsel,” papar Uhaib.

Kegiatan kuliah umum yang mendatangkan para akademisi terus dilakoni BPP UNUKASE. Bahkan, rencananya, pada Rabu (7/3/2018), dalam public lecture atau kuliah umum akan didatangkan Prof DR Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009-2014. (jejakrekam)

 

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Menakar Daya Kritis Mahasiswa Saat Demokrasi Telah Dibajak