Jangan Bikin Bingsung Siswa, Dualisme Kurikulum Tak Boleh Terjadi

KETEGASAN pemerintah pusat dalam penerapan kurikulum bagi siswa dan siswi yang akan menghadapi ujian nasional (UN) baik berbasis komputer maupun manual, ditagih Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan. Utamanya, dalam pembuatan kisi-kisi soal UN yang akan disajikan dan dijawab para siswa.

HARAPAN tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidie Fauzi. Menurutnya, untuk pembuatan soal yang nantinya disajikan kepada para peserta UN itu patut dipertanyakan berdasarkan acuan kurikulum yang mana, apakah kurikulum 2013 atau masih menerapkan pola yang lama.

“Kalau memang soal-soal UN itu dari Kurikulum 2013. Insya Allah anak didik kita itu sudah siap untuk menjawab soal yang disajikan,” ujar Yazidie, pada wartawan di DPRD Kalsel, Banjarmasin, Jumat (31/3/2017).

Tapi, menurut dia, yang dikhawatirkan itu jika ada salah satu soal atau beberapa soal yang disajikan mengambilnya dari kurikulum KTSP atau yang lainnya, sementara anak didik kita diajari Kurikulum 2013, tentunya berdampak kegamangan bagi siswa. Karena itu, politisi PKB ini berharap keseragaman terkait penggunaan kurikulum itu mestinya menjadi komitmen pemerintah pusat.

Iklan Samping 300×250

“Kita harapkan pemerintah pusat memutuskan bahwa untuk soal-soal UN tahun ini semua menggunakan Kurikulum 2013, dan jangan sampai ada dualisme kurikulum. Karena yang dirugikan adalah anak didik kita,” ujar legislator PKB.

Untuk itu, kami dari DPRD Kalsel meminta ketegasan pemerintah pusat, terkait kurikulum mana yang digunakan sebagai dasar acuan untuk membuat soal-soal UN. Sebab, jika acuan kurikulum yang diambil tak jelas, hingga berdampak hasil UN anak didik menjadi anjlok maka bisa saja melakukan protes, karena dirugikan.

Lebih jauh ditegaskan mantan Ketua KNPI Kalsel ini bahwa ketegasan pemerintah pusat itu sangat dibutuhkan, agar anak didik tak menjadi bingung saat menjawab soal-soal UN dan mereka tidak dirugikan.  “ Karena kalau ada dualisme kurikulum, maka dikhawatirkan nilai UNnya kemungkinan anjlok,” pungkas Yazidie.(jejakrekam)

Penulis   : Igam

Editor    :  Didi G Sanusi

Foto       : Kantor Kemenag Kalsel

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.