Hanya Pencontohan, Dishub Banjarbaru Siap Ganti Nama Bus ‘Pelajar Muslimah’ Jadi ‘Pelajar Putri’

0

MEMINIMALISIR aksi pelecehan seksual dan rawan terhadap kalangan perempuan sekaligus membantu masyarakat pinggiran menjadi alasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru hadirkan inovasi Bus Sekolah “Angkutan Pelajar Muslimah”.

HAL itu diungkapkan Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Dishub Kota Banjarbaru Bimo Arinugroho menjawab kritikan dari para pegiat hak asasi manusia (HAM) di Kalsel. Dia menuturkan angkutan pelajar muslimah sudah lama mengaspal sejak tahun 2022 lalu.

“Angkutan Pelajar Muslimah ini bermula dari hasil inovasi saya mengikuti Diklatpim tahun 2022 lalu, di mana muasalnya juga bermula dari permintaan ibu-ibu yang menginginkan angkutan pelajar dipisah dengan anak laki-laki alias khusus perempuan,” beber Bimo Arinugroho kepada jejakrekam.com, di Banjarbaru, Senin (13/3/2023).

BACA : Terkesan Diskriminatif, Bus Sekolah ‘Pelajar Muslimah’ Milik Pemkot Banjarbaru Dikritik Pegiat HAM

Masih kata Bimo, dengan adanya inovasi, akhirnya mendapat hibah dari Kementerian Perhubungan berupa armada bus sekolah hingga didesaian sebagai bus khusus pelajar perempuan tersebut.

“Kenapa jadi dinamakan Angkutan Pelajar Muslimah, sebenarnya itu sebagai percontohan saja yang ditujukan untuk wilayah Cempaka. Karena Cempaka mayoritas muslim. Dan seiring perkembangan, antusiasme masyarakat rupanya semakin tinggi,” kata Bimo.

Perihal pelajar yang beragama non muslim, Bimo menegaskan bahwa bus tersebut hanya sebagai percontohan untuk antar jemput khusus kalangan perempuan. Hal ini  karena selama kurang lebih satu tahun mengaspal di lapangan, justru para pelajar putri non muslim juga diperbolehkan menaiki bus tersebut. “Tidak terbatas, yang penting pelajar perempuan dan mereka bertinggal di daerah Cempaka,” tegas Bimo.

BACA JUGA : Kota Peduli HAM, Banjarbaru Diganjar Penghargaan Kemenkum HAM RI

Ke depan, Bimo memastikan bisa saja angkutan tersebut berganti nama menjadi “Angkutan Pelajar Putri” bukan lagi “Angkutan Pelajar Muslimah” tetapi dengan catatan armada bus tersebut ditambah sehingga bisa mengakomodir wilayah-wilayah pinggiran kota lainnya.

“Tidak ada niatan untuk mendiskriminasi agama, inovasi tersebut niatnya hanya untuk membantu pelajar perempuan yang berada di wilayah pinggiran dengan jarak tempuh sekolah yang jauh dari rumah. Mereka juga kebanyakan berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah,” pungkasnya.

BACA JUGA : Kini Emban Status Ibukota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru Harus Bisa Jaga Keberagaman

Sekadar diketahui, Dishub Banjarbaru memiliki 2 unit  Angkutan Pelajar Muslimah yang saat ini mengaspal untuk Pelajar di Cempaka. Bersifat gratis, angkutan pelajar ini kerap mengantar jemput ke SMPN 3 Banjabaru, SMPN 5 Banjarbaru, SMPN 9 Banjarbaru, SMPN 11 Banjarbaru, SMPN 12 Banjarbaru dan SMPN 13 Banjarbaru.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.