ACT

Dua Pejabat Meninggal Kena Serangan Jantung, Ini Penyebab dan Pencegahannya!

0 2.314

DUA kabar duka menyelimuti dunia pemerintahan di Kalimantan Selatan. Satu pejabat di lingkungan Pemkot Banjarbaru dan satu lagi pejabat teras di Pemprov Kalimantan Selatan, Rabu (13/11/2019).

KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru, Johan Aripin dan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel Aminuddin Latif, dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Meldy Muzada Elfa Sp.PD mengungkapkan secara medis serangan jantung adalah istilah awam dari terjadinya penyumbatan akut pembuluh darah koroner jantung. Hal ini memicu otot jantung kekurangan oksigen, bahkan berakibat kematian otot jantung.

BACA : Roboh Saat Rakor Kemenkeu, Kepala Bakueda Kalsel Dikabarkan Meninggal Dunia

Wakil Direktur RS Islam Banjarmasin ini menjelaskan kondisi semacam itu menyebabkan gangguan kontraksi jantung dan irama jantung yang nantinya memengaruhi sirkulasi darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan kematian secara cepat.

“Sumbatan pembuluh darah koroner jantung harus segera dihilangkan. Caranya ada dua, yakni pertama dengan obat penghancur sumbatan atau lazimnya disebut fibrinolitik. Sedangkan cara kedua adalah dengan kateterisasi yang selanjutnya akan membuka pembuluh darah yang tersumbat tersebut dengan balon atau menggunakan stent atau cincin jantung dalam istilah awam,” papar dokter muda yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalsel ini kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Rabu (13/11/2019).

Menurut Meldy, ketika seseorang terkena serangan jantung, tindakan penanganan awal segera dan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat secepat mungkin. Hal itu akan sangat menolong menyelamatkan nyawa seseorang

“Jangan percaya hoaks yang mengatakan kalau kena serangan jantung maka tangan harus dipukul -pukul atau ditusuk jarum ibu jarinya. Itu semua tidak benar,” ucap Meldy.

BACA  JUGA : Kena Serangan Jantung, Wanita Ini Meninggal Dunia di Atas Becak

Ia pun memberi tip agar tidak terkena serangan jantung yang bisa mengakibatkan kematian. Yakni, selalu menjaga makanan dengan konsumsi tinggi serat dan mengurangi konsumsi lemak jenuh.

“Hindari kelelahan dan berpikir keras maupun stress. Jaga tekanan darah selalu dalam batas normal dan jaga kadar kolesterol jahat (LDL/low density lipoprotein) dalam kadar normal,” tutur Meldy.

BACA LAGI : Terkejut Lihat Kebakaran di Saka Permai, Satu Warga Meninggal Dunia

Dokter yang juga buka praktik ini mengatakan agar kita selalu mengusahkan berolahraga rutin tiga kali seminggu dan menghindari asap rokok serta makanan junk food.

“Bagi penderita penyakit jantung koroner, selalu rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan selalu membawa obat golongan nitrat sesuai resep dokter untuk jaga-jaga jika terjadi serangan jantung,” imbuh Meldy.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.