Sumpah Pemuda, Momentum Tepat Pemuda Menjadi Pelopor Persatuan dan Kesatuan

KETUA Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kalsel Agus Teguh Afrianto mengatakan, Sumpah Lemuda momentum tepat pemuda untuk menjadi pelopor persatuan dan kesatuan.

PADA dialog peringatan Sumpah Pemuda di Gedung KNPI Kalsel, Rabu (9/10/2019), Agus mengatakan bibit perpecahan mulai ada di tengah masyarakat Indonesia terasa. Pesta demokrasi menjadikan masyarakat terpolarisasi.

“Disintegrasi bangsa bertentangan dengan semangat Sumpah Pemuda, karena jauh sebelum kemerdekaan, pemuda telah mengikrarkan satu tanah air dan tumpah darah satu, yakni Indonesia,” katanya.

Ia berharap kesadaran pemuda bisa memupuk kembali rasa persatuan dan kesatuan. Caranya dengan berkarya dan bekerja sepenuh hati untuk kemajuan NKRI.

Ketua DPD KNPI Kalsel Fazlur Rahman mengungkapkan, pemuda harus merefleksikan kembali makna sumpah Pemuda di tengah dinamika yang terjadi di masyarakat.

“Kalau zaman kolonialisme pemuda mengangkat senjata, hari ini sebagai seorang pemuda perlu membaktikan diri kepada bangsa dan negara, dengan cara erkarya sepenuh hati,” ucap mantan Ketua BEM Fakultas Hukum ULM ini.

Ia berharap pemerintah daerah melibatkan organisasi kepemudan dan organisasi kemasyarakatan agar bakat dan karya pemuda bisa terhimpun untuk kemajuan daerah.

“Kata Yusuf Al Qardhawi, jika kita ingin melihat masa depan suatu bangsa maka lihatlah kondisi pemudanya hari ini. Jika kita ingin Kalsel lebih baik, perbaiki SDM pemudanya,” ucap Fazlur.

Ia meyakini dengan membangun SDM pemuda, maka di masa yang akan datang Kalsel bisa lebih baik, maju, dan terdepan.

Fazlur menyebut kondisi lemuda di Kalsel belum mengembirakan. Hal ini dibuktikan dengan indeks pembangunan lemuda Kalsel lebih rendah dari daerah lain.(jejakrekam)