Siswa SMA Banua Borong Medali HKIMO 2019 Gelaran UNU Kalsel

PARA pemenang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2019, tampak sumringah saat dikalungkan medali oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel H Gerliansyah Basrindu di Gedung Dakwah NU Kalsel, Gambut, Rabu (21/8/2019).

GELARAN lomba sains dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNU Kalsel dengan PPM ini diikuti para pelajar TK hingga SMA se-Kalimantan Selatan pada Sabtu (4/5/2019) lalu. Ada dua kategori dilombakan dalam HKIMO 2019 untuk memperebutkan medali emas, perak dan perunggu.

UNU Kalsel sendiri merupakan partner penyelenggara wilayah regional Kalsel untuk lomba cerdas cermat matematika untuk pelajar TK hingga SMA ini. HKIMO sendiri digelar serentak diikuti 21 negara di seluruh dunia, dengan materi soal langsung didatangkan dari Hong Kong.

Dalam gelaran kali kedua ini, SMAN Banua keluar sebagai jawara dengan dua medali emas. Sang peraih medali emas adalah Iqbal Pebriansyah dan Gusti Muhammad Rosyadi. Sedangkan, medali perak juga direbut pelajar SMAN Banua; Ahmad Fauzi dan Muhammad Nurhafiz Sidiq.

BACA : Gaet Kalangan Muda, UNU Kalsel Ingin Lahirkan Ide-Ide Segar

Pelajar sekolah unggulan di Kalsel ini juga memborong 13 medali perak dalam HKIMO 2019, dari 19 peserta yang mewakili SMAN Banua dalam kategori senior secondary. Sedangkan, di ajang kategori secondary 1, siswi SMP Kristen Kanaan Banjarmasin, Stefanie Calvina merebut medali perunggu.

“HKIMO 2019 yang digelar di UNU Kalsel untuk menjaring bakat pelajar Kalsel dalam bidang matematika. Alhamdulillah, tiap tahun pesertanya terus bertambah. Ini menandakan banyak siswa yang telah menyenangi mata pelajaran matematika di sekolah,” ucap Penanggung Jawab HKIMO 2019 Regional Kalsel, Farid Hidayat kepada jejakrekam.com, Kamis (22/8/2019).

BACA JUGA : 5 Negara dan 25 Universitas Kembangkan Pengetahuan Matematika, Science, dan Komputer

Sementara itu, Kepala Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNU Kalsel Azis Muslim berharap melalui ajang HKIMO yang berstandar internasional, bisa melahirkab bibit-bibit baru ahli matematika dari kalangan pelajar di Kalsel.

“Ke depan, kami berharap agar support dari pemerintah daerah untuk dapat mengirim wakil dari Kalsel yang akan mengikuti final round-nya di Hong Kong,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS