Dirgahayu

Terkesan Sudah Diatur, Musda KNPI Batola Dituding Salahi Prosedur

MUSYAWARAH Daerah KNPI Kabupaten Barito Kuala yang rencananya dilaksanakan pada Kamis (15/8/2019), terindikasi sudah diatur dan menyalahi prosedur.

BUKAN tanpa alasan, setelah mati suri KNPI Batola selama bertahun-tahun tiba-tiba pengurus tingkat kecamatan dilantik beberapa saat sebelum perhelatan Musda, terlebih pengurus KNPI tingkat kecamatan disebut-sebut memiliki hak suara dan hak bicara yang setara dengan OKP yang terdaftar di DPD KNPI Batola.

Tudingan indikasi Musda KNPI Batola telah diatur ini datang dari Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Barito Kuala Anwar Hadimi. Menurutnya, 17 pengurus kecamatan tingkat diindikasikan melimpahkan suara kepada salah satu bakal calon ketua KNPI.

“Bagaimana mungkin KNPI Batola yang lama vakum tiba-tiba sudah terbentuk pengurus di tingkat kecamatan, apalagi menjelang Musda, terlebih punya hak suara di Musda nanti, ada apa dibalik ini?,” tanya Anwar.

Ia menyebut pengesahan pengurus KNPI tingkat kecamatan, menyalahi prosedur dan cacat hukum. “Kalau 17 pengurus KNPI di tingkat kecamatan di Batola punya hak suara ya jelas sudah tahu siapa pemenangnya, ya sia-sia saja kita datang kesana,” tegas dia.

Anwar mengkhawatirkan siapapun yang akan terpilih menjadi ketua KNPI Batola bakal kehilangan kepercayaan dari OKP, khususnya GP Ansor Batola, sebab semenjak awal Musda, ada indikasi prosedur yang dilabrak.

Ia mengatakan semua OKP Rapimda sepakat memiliki hak suara sedangkan pengurus KNPI tingkat kecamatan tidak memiliki hak suara, namun tiba-tiba ada permintaan pengurus tingkat kecamatan memiliki hak suara di Musda KNPI Batola. “Kan aneh, kita sudah tahu kemana arah dukungan Pengurus KNPI tingkat kecamatan,” tandas Anwar Hadimi.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Husaini
Editor Fahriza