ACT

Debit Air Sungai Barito Menyusut, Petambak Ikan di Muara Teweh Cemas

132

MEMASUKI musim kemarau, debit air Sungai Barito makin menyusut. Para petambak ikan di Muara Teweh dan sepanjang Sungai Barito pun bergotong royong memindahkan keramba ke tengah sungai.

HAL ini rutin dilakukan para pembudidaya ikan, saat debit air Sungai Barito terus menurun, hingga di daerah bantaran kian dangkal. Kecemasan ikan-ikan yang dipelihara makin menguat.

Pemilik keramba ikan, Alwandi di Jalan Srikaya Muara Teweh mengungkapkan secara bertahap para pembudidayaan ikan harus memindahkan keramba, agar ikan-ikan yang ada tidak mati.

Menurut Alwadi,  keramba yang ada di tepian sungai Barito tersebut ditambat dengan tali pada batu-batu sungai. Namun, muncul akibat Sungai Barito surut, dan ditambat pada lanting milik warga.

BACA : 72 Ribu Benih Ikan Lokal Dilepas di Sungai Sabangau  

Alwandi berharap, dengan surutnya Sungai Barito, dinas terkait dapat rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan ilegal fishing baik di Sungai Barito maupun anak sungai lainnya.

“Sebab, pada musim kemarau seperti sekarang kegiatan illegal fishing rentan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Tentu, aktivitas itu memberi dampak negatif terhadap ikan yang ditambak. Jadi, perlu pengawasan intensif,” ucap Alwandi kepada jejakrekam.com di Muara Teweh, Kamis (25/7/2019).

BACA JUGA : Ulek Sungai Barito dan Denyut Kehidupan Masyarakat Bakumpai

Menurut dia, Dinas Perikanan Barito Utara juga makin rutin melakukan pendampingan terhadap para pembudidaya ikan, untuk antisipasi kematian ikan disaat musim kemarau seperti ini.

“Kita harapkan Dinas Perikanan Barito Utara bisa turun membantu para petani ikan, baik mengajarkan cara pembudidayaan yang tepat di saat air surut seperti sekarang maupun memberikan obat untuk mengantisipasi kematian ikan,” ujar Alwandi.(jejakrekam)

 

 

Penulis Syarbani
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.