Hotel Zuri Express Borneo Tentukan Arah Kiblat dengan Theodolit

PADA 21 Juli 2019 nanti, hotel bintang tiga dengan nama Zuri Express Borneo, Jalan Ahmad Yani KM 6, Banjarmasin, mulai beroperasi.

TERKAIT hal itu, manajemen hotel menggandeng Kanwil Kementerian Agama Kalsel dan UIN Antasari guna menetapkan arah kiblat shalat yang tepat sesuai dengan koordinat dan posisi letak hotel tersebut di Banjarmasin.

Pengukuran menggunakan perangkat Theodolit untuk mengukur sudut yang diinginkan, yakni arah kiblat menunjuk Kakbah di Masjidil Haram sebagai titik arah untuk menjalankan ibadah shalat.

Tim ahli Falakiah UIN Antasari Rahman Hilmi mengatakan, selama ini hotel yang ada di Banjarmasin hanya menggunakan kompas untuk menentukan arah kiblat. “Tapi, Hotel Zuri Express Borneo sudah menggunakan alat yang modern yakni Theodolit,” katanya.

Diungkapkannya, kalau menggunakan kompas, maka arah kompas mengarah ke utara magnet bukan ke utara geografis bumi. Sementara, arah utara geografis bumi dengan arah utara yang ditunjuk oleh kompas, untuk daerah-daerah tertentu tidak berimpit, sehingga kalau menggunakan kompas itu harus dikoreksi yang namanya variasi magnet. “Sekarang, untuk Banjarmasin kurang lebih 0,5 derajat ke arah timur serongnya dari utara yang sebenarnya,” katanya.

Kompas, lanjutnya, juga juga memiliki kelemahan, yakni bisa dipengaruhi oleh benda-benda di sekitarnya, misalnya besi. “Posisi arah jarum kompas juga bisa dipengaruhi oleh medan magnet serta medan listrik,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah manajemen Hotel Zuri Express Borneo yang menggunakan alat modern guna menentukan arah kiblat shalat.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani