Begini Khobz Diproduksi dan Diantarkan ke Pengungsi Suriah

ACT bekerja sama dengan dua pabrik roti lokal di Suriah memproduksi dan mendistribusikan ribuan helai roti untuk pengungsi internal Suriah. Khobz, begitu warga Suriah menyebut roti pipih itu, menjadi santapan utama yang disandingkan dengan lauk-pauk.

SERBUK terigu berterbangan di atas mesin pengaduk adonan. Seorang pekerja lain segera datang menenteng karung kecil berisi ragi. Perlahan-lahan ragi dituangkan ke adonan air dan tepung itu. Mesin terus mengaduk hingga adonan kalis.

Setiap hari, pabrik roti di Idlib yang dikelola ACT memproduksi ribuan helai khobz untuk puluhan ribu pengungsi Suriah. Pada distribusi kali ini, pabrik roti tersebut menyuplai kebutuhan pangan pengungsi sejak pekan pertama April lalu. “Ini daily routine program. Dilaksanakan sejak April hingga awal Juni ini,” lapor Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

BACA: Dingin Merajuk, Pengungsi Suriah Dapat Kiriman Ribuan Khobz

Roti-roti tersebut diproduksi dari dua pabrik berbeda. Satu pabrik berada di wilayah Jenubiyah dan lainnya di Tramla, sedangkan distribusi dilakukan di sejumlah wilayah. “Distribusi dilakukan di Janudiyeh, Zof, Ma’arrat An Nu’m, Maasaran, Kherbet Eljoz; Tramla dan Kafrsajna,” lanjut Firdaus.

Di siang hari, roti diantarkan menggunakan mini bus ke kamp-kamp para pengungsi. Pendistribusian roti kali ini merupakan hasil kolaborasi ACT dengan platform donasi Kitabisa. Saat kendaraan pengangkut khobz tiba, puluhan anak telah mengantre. Dari tenda-tenda terpal itu, sejumlah anak yang lebih kecil mengintip keramaian di luar. Sebagian orang tua pun mengantre.

Khobz bantuan masyarakat Indonesia ini menjaga hingga 87.000 pengungsi internal korban perang Suriah dari kelaparan. Firdaus menjelaskan, khobz menjadi makanan pokok masyarakat Suriah. Biasanya, roti bundar pipih ini dikonsumsi bersamaan dengan sup atau lauk-pauk lainnya.

Sebelumnya, tambah Firdaus, pabrik roti yang ACT kelola berada di Turki, tepatnya di Reyhanli. Namun pada Ramadan lalu, pabrik roti pindah, masuk ke wilayah Suriah untuk didistribusikan kepada warga yang tinggal di Idlib, salah satu kota yang mengalami konflik.

Tahun ini, konflik militer Suriah telah memasuki warsa kedelapan. Di akhir 2018, lebih dari enam juta orang tercatat sebagai pengungsi, yang juga menandakan pengungsi Suriah sebagai pengungsi terbesar di dunia.(jejakrekam)

Penulis Gina Mardani Cahyaningtyas
Editor Fahriza