Luncurkan Program Marhaban Ya Dermawan, ACT Kalsel Jemput Bola Bagikan Paket Pangan

BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan merilis pada Maret 2018, tingkat kemiskinan di Kalsel menurun sebesar 4,54 persen. Tercatat, ada 189.003 orang penduduk di Kalimantan Selatan masih berada di bawah garis kemiskinan.

DIKUTIP dari website BPS https://kalsel.bps.go.id/, jumlah penduduk miskin perkotaan tercatat ada 68,70 ribu orang dengan tingkat kemiskinan sebesar 3,54 persen. Sedangkan, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan tercatat 120,33 ribu orang dengan tingkat kemiskinan sebesar 5,40 persen.

BPS Provinsi Kalsel pun mencatat tingkat kemiskinan Kalsel terendah di Pulau Kalimantan. Dengan tingkat kemiskinan tertinggi regional Kalimantan terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 7,78 persen. Peran komoditas makanan turut membentuk garis kemiskinan sebesar 70,80 persen.

BACA : Kategori Miskin Jika Penghasilan Hanya Rp 401.220 per Bulan

BPS dalam mengukur kemiskinan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Dalam diskusi Berkah Ramadhan Percepat Pengentasan Kemiskinan  dan peluncuran program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel bertajuk Marbahan Ya Dermawan ini mengungkap solusi menekan angka kemiskinan khususnya di Kalsel.

Mantan Wakil Walikota Banjarmasin Alwi Sahlan mengatakan kemiskinan di Indoneia dapat dibilang merata, termasuk di Kalimantan Selatan.

“Ada banyak orang yang masih tidak punya rumah, sehingga dibebani dengan sewa tempat tinggal, kebutuhan makan dan sebagainya. Di bulan Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk membantu beban kemiskinan,” ujar Alwi Sahlan dalam diskusi gelaran ACT Kalsel di Rumah Makan Sambal Acan, Banjarmasin, Rabu (24/4/2019).

BACA JUGA : ACT Kalsel : Satu dari Lima Warga Kalsel Terancam Kelaparan

Diskusi ini dihadiri elemen aktivis kemanusiaan ACT Kalsel seperti Kalsel Peduli, BEM FE Uniska, Masjid Besar At Taqwa, BEM STIMIK, Salikul Akhirah, Rumah Singgah Balangan, AMMBA, dan Salon Beauty Akhwat,

Menurut Alwi Sahlan, bulan Ramadhan merupakan momentum untuk mengurangi kemiskinan, caranya adalah dengan berinfak. Dengan cataatan, asal dikelola dengan profesional seperti yang dilakukan lembaga kemanusiaan seperti ACT Kalsel.

BACA LAGI : Bantu Korban Bencana Gempa di Lombok, ACT Kalsel Kirim Lima Relawan

Sementara itu, Koordinator Program ACT Kalsel M Budi Rahman menargetkan ada 13 daerah yang akan disasar sebagai penerima manfaat dalam program Marbahan Ya Dermawan dan Marhaban Ya Ramadhan, di antaranya Tabunganen, Basirih, Pulau Bromo, serta Kelayan.

“Kami akan jemput bola ke sana dengan memberikan paket pangan dan paket lebaran kepada yang membutuhkan, melalui para dermawan yang menitipkan hartanya kepada kami,” imbuh Budi.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS