Dampak Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar, Sejumlah Layanan Jasa di Bandara Gigit Jari

DAMPAK kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar yang diterapkan sejumlah maskapai penerbangan, tidak hanya menekan pertumbuhan industri pariwisata namun juga merembet ke usaha layanan jasa di Bandara.

DIANTARANYA berimbas signifikan pada jasa pelayanan wraping atau pembungkus bagasi bawaan penumpang yang cukup signifikan mengalami penurunan pendapatan secara drastis sehingga membuat mereka gigit jari.

BACA : Jasa Kargo Penerbangan Naik, Bisnis Pengiriman Ekspres Mengalami Turbelensi

“Memang pasca diberlakukannya bagasi berbayar dan kenaikan harga tiket, omset kami mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar salah satu penyedia layanan jasa wraping, Ayu Anggraini, Selasa (09/4/2019), di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Dia mengaku sebelum adanya kebijakan itu, sehari bisa membungkus sekitar 100 buah barang bawaan penumpang, namun sekarang hampir mencapai angka 60 persen hilangnya. “Sekarang kami lebih banyak termenungnya, sudah jarang sekali para calon penumpang yang menggunakan jasa layanan ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Pengenaan Bagasi Berbayar Bisa Mengancam Matinya Industri Kreatif

Hal yang tidak jauh beda juga dirasakan oleh para pekerja layanan porter jasa angkut bagasi, mereka biasa sehari bisa melayani penumpang membawa 5 sampai 6 kali angkutan, namun sekarang tidak lagi.

“Biasanya sampai tengah hari bisa dapat giliran membawa sampai tiga kali giliran, namun sekarang sejak pagi masih satu, malahan seharian pernah tidak dapat angkutan,” ujar Abdul, salah satu pekerja jasa porter.

Mereka berharap kebijakan ini perlu ditinjau lagi, ada solusi yang lebih baik, sehingga pendapatan maupun kebutuhan hidup para pekerja jasa bisa tercukupi dan terpenuhi. “Kami berharap keadaan bisa normal seperti semula, paling tidak harga tiket agak turun, dan tarif bagasi berbayar bisa ditinjau ulang lagi, jangan terlalu mahal,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza