453 Surat Suara KPU Banjarmasin Rusak, Bawaslu : Harus Segera Diganti

USAI disortir satu per satu, ternyata surat suara kiriman KPU RI untuk KPU Banjarmasin terdata ada 453 lembar. Rinciannya, 63 surat suara sobek berat, 26 berlubang, 57 robek sisi, 83 kena tinta, 23 lembar diragukan dan tidak simetris sebanyak 201 lembar.

KETUA Divisi Bidang Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banjarmasin, Rahmadiansyah meminta agar KPU Banjarmasin segera berkoordinasi dengan KPU RI untuk penggantian surat suara yang rusak.

“Jika ada kekurangan harus segera diminta penambahan. Ini mengingat waktu pelaksanaan pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 nanti makin dekat,” ucap Rahmadiansyah kepada awak media, usai memonitor proses pelipatan surat suara di Gedung Wargasari, Taman Budaya Kalsel, Rabu (6/3/2019).

BACA : Walikota Ibnu Sina Pantau Pelipatan Surat Suara di Gedung Wargasari

Menurut dia, proses pengawalan dan pengawasan sejak tibanya kirim surat suara dikemas dalam kotak kardus di Pelabuhan Trisakti, hingga sampai ke Gedung Wargasari, sudah berlangsung sesuai prosedur. Apalagi, pengawalan dokumen negara itu juga melibatkan aparat kepolisian.

“Yang pasti, kami salut dengan KPU Banjarmasin yang langsung bergerak cepat untuk menyortir dan melipat surat suara. Apalagi, pelaksanaan Pemilu 2019 sudah makin dekat, sehingga bisa tepat waktu didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS),” kata Rahmadiansyah.

BACA JUGA : Lipat Surat Suara Pemilu, 66 Pekerja Dibayar KPU Rp 100 per Lembar

Terbukti, menurut dia, sejak Jumat (1/3/2019) lalu, proses pelipatan surat suara sudah dilakukan KPU Kota Banjarmasin dimulai surat suara pilpres, DPR RI, DPD RI, hingga pada Rabu (6/3/2019) surat memasuki surat suara DPRD provinsi dapil Kalsel 1.

“Semoga dalam satu hingga dua hari ini bisa selesai. Jadi, bisa dilanjutkan dengan pelipatan surat suara DPRD kota,” ucap Rahmadiansyah.

Dia juga menilai rusaknya surat suara itu akibat proses pelipatan, karena KPU Banjarmasin sendiri selektif untuk merekrut pekerja lepas, karena logistik itu sangat vital keberadaan di Pemilu 2019.

“Sebelum memperkerjakan mereka, tentu sudah diajarkan teknik melipat surat suara agar tidak rusak. Terpenting adalah mereka tetap bisa menjaga kerahasiaan surat suara agar tak hilang atau cacat,” kata Rahmadiansyah.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS