Tiga Tahun Memimpin, Bongkar Pasang Pejabat ala Paman Birin

SEJAK memegang kendali di Pemprov Kalimantan Selatan, Gubernur Sahbirin Noor dikenal publik dengan tagline-nya ‘Bergerak’ yang berarti Berjuang Gelorakan Rakyat untuk Sejahtera. Dilantik pada 12 Februari 2016 bersama Wagub Kalsel Rudy Resnawan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, kini pemerintahan Paman Birin-sapaan akrabnya sudah memasuki tahun ketiga.

ADA yang menonjol di masa pemerintahan Paman Birin dibandingkan pendahulunya, seperti Gubernur Kalsel dua periode Rudy Ariffin. Hampir tiap tahun, Paman Birin melakukan bongkar pasang ‘kabinetnya’, dari eselon II hingga eselon IV di lingkungan Pemprov Kalsel.

Dalam catatan jejakrekam.com, ada beberapa pejabat yang harus ‘tawaf’  atau terus berputar di posisi jabatan tertentu.  Sebut saja, Syamsir Rahman. Pejabat ini menduduki jabatan berbeda selama kepemimpinan Paman Birin.

Begitu era Rudy Ariffin berakhir, Syamsir Rahman mengemban jabatan Kepala Dinas Penamanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  yang sebelumnya bernama Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Di tahun kedua kepemimpinan Paman Birin atau awal 2017, Syamsyir Rahman bergeser menjabat Kepala Biro Pengadaan dan Layanan Pengadaan Setdaprov Kalsel.  Kurang lebih setahun menjabat, lagi-lagi Syamsir dirotasi sebagai Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel pada 2018.

BACA : Gerbong Kabinet Paman Birin Bergerak, Banyak Pejabat Dirombak

Belum habis tahun 2018, Syamsir Rahman dipindah menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadaman Kebakaran Kalsel.  Mengawali tahun 2019,  Syamsir harus angkat kaki lagi. Ia pun diberi amanat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel.

Nasib serupa juga dialami  Gusti Burhanuddin. Awal tongkat komando dipegang Paman Birin, dirinya dilantik sebagai Kepala DPMPTS Kalsel menggantikan Syamsir Rahman. Selanjutnya, Gusti Burhanuddin dipindah dengan berbagai jabatan. Seperti Kepala Badan Penelitian dan Pengembanga Daerah (Balitbangda),  Staf Ahli Bidang Pemerintah,  Politik,  dan Hukum,  dan terakhir awal 2019 dilantik sebagai Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel.

BACA JUGA :  Jelang Tutup Buku, Paman Birin Minta SOPD Selesaikan Program

Lain lagi dengan Gusti Yanuar Rifai. Selama Paman Birin ‘berkuasa’ di Pemprov Kalsel, Yanuar Rifai tercatat menduduki tiga jabatan selama. Berawal dari Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin,  Staf Ahli,  dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel.

Pergeseran di tingkat elit pejabat Pemprov Kalsel tak hanya menimpa wajah lama. Nama-nama baru yang menduduki jabatan dari lelang terbuka pun turut merasakannya.

Ambil contoh, Muhammad Amin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini menjabat Kepala Balitbangda. Lalu,  Thaufik Hidayat sebelumnya Kepala Biro Organisasi menjadi Wakil Direktur Bidang Penelitian dan SDM RSUD Ulin Banjarmasin. Lalu, Heriansyah sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata kini Asisten Administrasi Umum,  Dahnial Kifli sebelumnya Kasatpol PP dan Damkar, sekarang Kepala Dinas Pariwisata.

BACA JUGA :  Paman Birin: Jangan Sampai Disiplin Sebatas Angan-angan Dan Lamunan Saja

Kemudian,  Adi Santoso sebelumnya Kepala Dinas Sosial kini Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Berikutinya,  Taufik Sugiono sebelumnya Kepala Kesabngpol, dirotasi sebagai Kepala Biro Sarana Prasarana Perekonomian Daerah Kalsel.

Berikutnya, Achmad Sofiani sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  kini Staf Ahli,  dan Sity Nuriyani sebelumnya Wadir Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin kini Kepala Dinas Sosial Kalsel.

Dengan demikian, hampir seluruh pejabat eselon II Pemprov Kalsel terbukti lebih dari sekali menduduki jabatan yang ada di era Paman Birin.

Menariknya, justru ada beberapa nama pejabat yang terkesan lepas dari ‘gerbong bergerak’. Sebut saja, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq. Lalu, Kepala Dinas ESDM Kalsel  Kelik Isharwanto,  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Nurul Fajar Desira,  Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakueda) Kalsel,  Aminuddin Latif.

BACA JUGA : Paman Birin: Jaga Netralitas ASN dan Jangan Ciderai Nilai Demokrasi

Ada pula, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel  HM Yusuf Effendi,  Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin Hj  Suciati,  Direktur RSUD M Ansari Saleh, Izak Zoelkarnaen Akbar,  Dirut RSJD Sambang Lihum IGK Dharma Putra,  Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kalsel Suparmi.

Lalu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Husnul Khatimah,  Kepala DPMPTSP Kalsel  Nafarin,  Kepala Dinas Pehubungan Kalsel Rusdiansyah serta  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel Gustafa Yandi,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalsel Nurliani Dardie,  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel  Syaiful Azhari.

Berikutnya,  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno,  Kepala Biro Humas Setdaprov Kalsel  Kurnadiansyah,  Kepala Biro Hukum Setdaprov Kalsel  Achmad  Fidayeen,  Kepala Biro Umum Setdaprov Kalsel  Rusliansyah,  Kepala Biro Kesra  Ina Yuliani,  Kepala Biro Pemerintahan,  Ahmad Yani,  dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel,  Birhasani.

Usai pelantikan pejabat struktural di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (11/1/2019), Paman Birin menyebut rotasi pegawai merupakan hal biasa. Dia mengingatkan, jabatan yang diamanahkan ini agar dijaga dengan baik. “Bekerjalah sesuai aturan demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

BACA LAGI :  Tak Ingin Bermusuhan dengan Paman Birin, Alasan Muhidin Gabung Kubu Jokowi

Seperti prosesi pelantikan pejabat sebelumnya, Paman Birin menegaskan rotasi jabatan adalah hal yang biasa dalam dunia pemerintahan. Menurutnya, promosi dan mutasi adalah proses untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Akibat seringnya bongkar pasang pejabat ini,  maka lelang jabatan pun semakin sering.  Bahkan,  ada satu jabatan yang sudah dua kali dilelangkan. Seperti Kepala Dinas ESDM dan Kepala Dinas PUPR Kalsel.  Memang tak bisa dipungkiri,  ada pejabat yang pensiun sehingga untuk promosi jabatan terpaksa harus dilelangkan.(jejakrekam) 

 

 

Penulis Sayyidil Ahmada
Editor Didi G Sanusi