Dua Tahun Jejakrekam, Dua Tahun Ikhtiar Merawat Jurnalisme yang Mencerahkan

TEPAT tanggal 7 Januari 2019, portal online jejakrekam.com telah menginjak usia kedua. Pada umur yang masih muda, misi media lokal ini diharapkan tetap sama: menyajikan pemberitaan yang mencerahkan kepada publik, sekaligus terus berikhtiar menjunjung tinggi independensi media.

HAL ini disampaikan perwakilan komisaris PT Jejak Rekam Bhanuwa, Ahmad Fikri Hadin dalam acara syukuran 2 tahun jejakrekam.com di Pondok Wisata Tambak Yudha, Senin (7/1/2018). Agenda yang dibungkus dengan sederhana ini dihadiri para undangan yang terdiri dari tim manajemen, akademisi dan sejumlah aktivis yang menjadi pembaca setia.

Menginjak tahun kedua, dalam paparannya Fikri menyebut sudah saatnya Jejak Rekam juga semakin memacu semangat profesionalisme. Ini dalam artian, media ini harus memposisikan publik sebagai prioritas paling utama, ketimbang kepentingan yang lainnya.

Pun dari segi internal, kinerja para jurnalis yang bekerja semata-mata untuk publik harus digenjot. “Bersaing dengan media lain dengan sehat. Kita canangkan tahun 2019 menjadi tahun profesionalisme,” tegasnya.

Dihadiri oleh para undangan, mereka juga menyampaikan kesan dan pesan untuk jejakrekam.com. Ambil contoh, Akademisi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah. Menurut dia, Jejak Rekam menjadi warna baru sekaligus menjawab persoalan distorsi informasi yang jadi problem belakangan waktu terakhir.

“Saya mendukung media memang terus tumbuh. Namun, hari ini kita menemui banyak media massa hadir, yang ketimbang berita, lebih banyak iklannya,” kata Nasrullah.

Masih berusia muda, dia juga berharap Jejak Rekam tak berumur pendek seperti media massa yang sudah-sudah. ” Jangan sampai juga seperti penyair Chairil Anwar. Karyanya ada, tapi mati muda,” kata Nasrullah terkekeh.

Tanggapan juga datang dari aktivis kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Branch Kalsel, Retno Sulisetyani. Dijelaskannya, Jejak Rekam konsisten menemani ACT dalam memberitakan isu-isu kemanusiaan.

“Apa yang kami lakukan selalu disupport oleh jejakrekam.com. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menggaungkan isu-isu kemanusiaan, khususnya yang terjadi di lokal,” kata Retno.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Jejakrekam.com, Didi Gunawan menyebut tahun 2019 juga menjadi momentum melebarkan sayap. Artinya, jejakrekam.com nantinya tak sekadar hadir dalam versi daring, namun juga media cetak berbentuk majalah.

“Meski media cetak sedang megap-megap, kami berupaya hadir dengan pemberitaan yang lebih mendalam dan membawa isu lokal. Pasca pemilu 2019 nanti, proses persiapan majalah Jejak Rekam akan digenjot. Konten-konten sedang dipersiapkan,” kata dia. (jejakrekam)

Penulis Laporan Tim