Injak Usia 106 Tahun Muhammadiyah, Haedar Nashir Ingatkan Umat Bersikap Ta’awun

MASIH dalam suasana milad yang ke-106, warga Muhammadiyah di Kalimantan Selatan menggelar silaturahmi di Masjid Hajjah Nuriyah, Jalan Achmad Yani Kilometer 32, Kota Banjarbaru, Sabtu (5/1/2019). Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir tak kelewatan untuk mengunjungi perayaan.

AJANG ini sekaligus dibungkus dengan peresmian outlet Suara Muhammadiyah (SM) Corner, panti asuhan putera, serta pencanangan simbolis pembangunan Masjid Hajjah Nuriyah. Selain itu, digelar pula pelantikan pengurus daerah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), lembaga yang fokus dalam bidang penanganan bencana alam.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel, Tadjudin Noor menyebut ini merupakan langkah organisasi untuk memajukan amal usaha yang telah mereka perjuangkan sejak Muhammadiyah berdiri.

BACA: Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Dialog Lingkungan

“Saya harap beragam amal usaha, ini bisa menyinari semua anggota. Agar bisa berbuat baik kepada semua orang. Spirit di jajaran Muhammadiyah harus dibangkitkan lagi,” kata dia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan dalam mengembangkan spirit ini perlu ditumbuhkan sikap ta’awun. “Ini adalah satu ajaran dasar dan akhlak dalam Islam. Artinya, saling tolong menolong dalam umat manusia dan memberi sesuai kemampuannya dalam kebaikan,” kata Haedar. Kata Ta’awun juga dinukil menjadi tema Milad Muhammadiyah yang ke-106, Ta’awun Untuk Negeri.

Dia tak mempermasalahkan tentang siapa yang ditolong dan siapa yang menolong. Haedar mengingatkan mestinya umat Islam tidak melihat latar belakang seseorang, khususnya pangkat, derajat ataupun harta duniawi.

“Orang berilmu menolong dengan ilmu serta mengamalkannya. Mereka yang berharta membantu dengan kekayaannya. Orang yang kuat melindungi dan memperkuat (perjuangan) di jalan Allah,” pungkas Haedar.

BACA: Muhammadiyah Kalsel Komitmen Jaga Lingkungan Hidup

Diberi kesempatan menjadi pusat perayaan Milad Muhammadiyah di Kalsel, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengaku sangat terbuka. Ia menyebut Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang dalam perjalanan sejarahnya telah banyak membantu republik Indonesia.

“Meraih kemerdekaan, mempersiapkan kemerdekaan dilakukan Muhammadiyah. Hingga saat ini gerakan ini juga turut menjaga dan merawat bangsa agar tetap bersatu dan berdaulat,” ujarnya.

Nadjmi mengatakan, kiprah nyata Muhammadiyah sendiri sudah banyak dibuktikan dengan sederet amal usaha di berbagai bidang, khususnya pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah di seluruh pelosok tanah air. “Jadi, tak salah apabila Muhammadiyah ditahbiskan sebagai gerakan Islam dengan amal usaha terbesar di dunia,” tandasnya. (jejakrekam)

Penulis Donny Muslim
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s