Luncurkan Tiga Buku, Berbagai Penghargaan Nasional dan Internasional Hiasi Balai Kota

SEBAGAI bandar besar yang pernah berjaya di era Kesultanan Banjar, serta label ibukota Borneo di era kolonial Belanda. Tentu, usia Banjarmasin yang telah menginjak 492 tahun, telah banyak goresan tinta sejarahnya.

AGAR generasi dari generasi bisa mengetahui perjalanan sejarah ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Walikota Ibnu Sina bersama Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah pun mengambil momen perayaan hari jadi ke-492 untuk meluncurkan tiga buah buku yang kaya inspirasi.

Balai Kota pun melaunching tiga buah buku. Buku pertama ditulis sejarawan muda FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur dengan judul Bandjarmasin Tempo Doeloe bercerita tentang Kota Banjarmasin di era kolonial Belanda.

“Buku ini juga bercerita tentang ekologi kota Banjarmasin dalam sudut pandang sejarah, interaksi antara manusia dan alam sekitarnya yang ditulis oleh Mansyur,” urai Ibnu Sina.

Buku kedua adalah Salanjung Kilas Balik Geliat Banua Saribu Sungai, Banjarmasin dari Masa ke Masa yang ditulis Prof. MP Lambut. Guru besar FKIP ULM yang juga budayawan Kalsel ini mengungkap napak tilas perjalanan sejarah yang berliku-liku dan panjang mengenai fakta-fakta kehidupan berbudaya suku Banjar, khususnya kehidupan sosial pada pemanfaatan sungai dan jukung (perahu) sebagai alat kehidupan, pada masa kolonial dan sebelumnya.

Buku ketiga, Kongres Sungai Indonesia yang ditulis oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Menurut Ibnu Sina, buku tersebut merupakan hasil dari Kongres Sungai Indonesia III yang berlangsung di Banjarmasin pada bulan November 2017.

Dari kongres tersebut menghasilkan lima Maklumat Banjarmasin, yang dihasilkan para peserta di antaranya adalah menjaga ekosistem dan perilaku berbudaya air yang tepat. “Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi inspirasi kita semua, dalam rangka mewujudkan Kota Banjarmasin yang lebih baik ke depan,” kata Ibnu Sina.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menambahkan, pelayanan publik pelaksanaan roda pemerintahan dan pembangunan kota telah banyak menoreh prestasi memasuki tahun ketiga kepemimpinannya.

Hal ini dibuktikan dengan telah diterimanya beragam penghargaan, baik dari pemerintah pusat hingga dari dunia internasional. Di tahun 2018 ini, setidaknya belasan penghargaan telah menghiasi Balai Kota Banjarmasin.

Di antaranya, penghargaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), penghargaan atas kontribusi terhadap perkembangan REI di Kalsel, penghargaan sebagai daerah rule model pelayanan publik kategori sangat baik.

Penghargaan atas rekor yang telah dibuat jajaran Pemkot Banjarmasin juga datang dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas prakarsa dalam pembuatan taman vertikal dengan jumlah terbanyak. Lalu, penghargaan atas partisipasi dan dukungan selaku tuan rumah HUT Satpol PP ke-68 dan Satlinmas ke-56 tahun 2018, penghargaan pembangunan daerah, kategori kota terbaik 1.

Berikutnya di era Ibnu-Herman, ada penghargaan pembangunan daerah (PDD) tahun 2018, penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Kalsel, penghargaan manggala karya kencana.

Akhir tahun 2017 lalu, Pemkot Banjarmasin menerima beberapa penghargaan dari pemerintah pusat, seperti penghargaan kota peduli HAM penilai tahun 2016, penghargaan kota sehat (swasti saba wiwerda) terbaik tahun 2017, penghargaan natamukti award 2017, penghargaan atas inovasi dan kreatifitas pemko banjarmasin berhasil memecahkan rekor dunia makan kue ipau dengan peserta terbanyak, pada  1 Desember 2017, juara lomba tingkat internasional kategori lomba waterfront city, anugerah PAUD tingkat nasional tahun 2017.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD dan Forkopimda Kota Banjarmasin yang telah mendukung berbagai program dan menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Ibnu Sina.

Secara khusus, Ibnu Sina juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492 tahun 2018. (jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...