FPTI Kalsel Fokus Pembinaan Atlet Panjat Tebing Usia Dini

FEDERASI Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja provinsi (rakerprov) 2018 di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Sabtu (7/4/2018). Rapat yang dipimpin Ketua FPTI Kalsel, Fathurrahman didampingi Ketua Bidang Organisasi KONI Kalsel, Firdaus Mansyori membahas evaluasi program kerja tahun 2017 dan penyusunan program kerja (proker) 2018 untuk disinergikan dengan proker FPTI kabupaten dan kota.

ADA 8 bidang yang dibahas dalam Rakerprov FPTI Kalsel mencakup pembinaan prestasi seperti perencanaan pengadaan sarana wall climbing di kabupaten dan kota, pembinaan usia dini, pendataan atlet, pelatih dan klub panjang tebing se-Kalsel, kursus  pelatih, pembuat jalur dan juri daerah. Dalam rapat itu juga digodok masalah program kursus pelatihan teknik dan fisik, kursus pelatih level I di Kalsel, workshop pengembangan kurikulum panjat tebing untuk guru, serta program peningkatan kapasitas atlet alpappro Kalsel.

Dalam bidang komptesisi, FPTI Kalsel juga memperkuat sirkuit panjang tebing, sosialisasi manajemen dan peraturan kompetisi, serta target mengikuti even nasional dan penyusunan daftar peringkat atlet daerah. Khusus bidang panjat tebing alam disiapkan jambore panjat tebing Kalsel, jambore nasional, serta ekspedisi tebing alam, terutama mendata tebing alam yang ada di Kalsel.

Iklan Samping 300×250

FPTI Kalsel juga memperkuat pelatihan teknik dasar vertical rescue dan medic dasar serta menjalin kerjasama dalam migitasi bencana dengan Basarnas dan pencinta alam se-Kalsel. “Kami juga menyusun bazaar di setiap even dengan menggandeng pihak sponsor,” ucap Sekretaris FPTI Kalsel, Abdul Latif kepada jejakrekam.com, Sabtu (7/4/2018).

Menurut Latif, banyak pula yang dibahas dalam Rakerprov 2018, mencakup bidang penelitian dan pengembangan serta logistik, terutama penambahan aset FPTI Kalsel.

“Kami juga merencanakan untuk membangun venue berbasis wisata dan edukasi. Termasuk, mengevaluasi venue-venue yang ada di Kalsel,” ucap Gharoe, sapaan akrabnya.

Aktivis lingkungan ini berharap dengan bersinergi dengan program kerja FPTI kabupaten dan kota se-Kalsel, sehingga daerah sudah siap menghelat atau mengikuti even baik berskala lokal, regional maupun nasional.  “Kami juga menyiapkan program prioritas pembinaan usia dini menghadapi tuan rumah kejurnas kelompok umur tahun 2019. Termasuk, peningkatan skil atlet menuju Pra PON 2019,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.