Fenomena Gerhana Bulan, Bukti Kebesaran Allah SWT

RIBUAN jamaah memadati Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Masjid terbesar di Kalimantan Selatan yang mampu menampung 15 ribu jamaah, yakni 7.500 di ruang utama sesak dengan jamaah berbusana putih-putih. Sedangkan, di bagian luar yang juga bisa ditempati 7.500 jamaah, meluber hingga ke area lorong masjid di Jalan Sudirman, Banjarmasin.

SHALAT Khusuf ini adalah mungkin shalat sunah yang baru bisa dilaksanakan seumur hidup. Sebelumnya, saat gerhana matahari yang lalu karena siang hari, saya tak sempat mengikutinya. Nah, saat gerhana bulan total di malam hari, alhamdulillah saya bisa bersama ribuan jamaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin,” ucap Bahtiar, warga Jalan Pramuka Banjarmasin, yang turut larut dalam ribuan jamaah shalat Khusuf yang digelar selepas menunaikan shalat Isya berjamaah kepada jejakrekam.com, Rabu (31/1/2018) malam.

Alunan ayat-ayat suci Alqur’an, tabsih, tahmid dan kalimat thoyyibah menggema dari pelantang masjid raya ini. Apalagi, shalat sunat muakkad terbilang langka, sehingga para jamaah pun larut dalam pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an yang dikumandangkan sang imam besar Masjid Raya Sabilal Muhtadin, KH Saifurrahman.

Usai pembacaan surat Al-Fatihah, imam melanjutkan membaca surat Al-A’la dan surat Al-Ghashiyah di rakaat pertama dengan dua kali rukuk. Kemudian, dilanjutkan pada rakaat kedua surat Asy-Syam dan Ad-Duha, benar-benar syahdu mengiringi bulan yang pelan-pelan menghilang.

Usai shalat Khusuf berjamaah, sang khatib Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, DR H Ahmad Sagir dalam khotbahnya mengingatkan agar selalu mengagungkan kebesaran Allah SWT. “Bulan dan matahari adalah makhluk Allah, dan tidak ada makhluk yang lepas dari sunatullah. Dalam khazanah Islam, dikenal adanya ayat qauliyah (firman Allah SWT dalam Alqur’an) dan ayat kauniyah atau tanda-tanda yang wujud di sekeliling ciptaan-Nya. Termasuk, gerhana bulan seperti sekarang adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT,” tutur Ahmad Sagir.

Dosen UIN Antasari ini megungkapkan pergerakan benda-benda langit yang teratur merupakan bukti keagungan Sang Khalik. “Makanya, ketika berdecak kagum, maka kita dianjurkan mengucapkan tasbih. Sebab, yang ada di bumi dan di langit semuanya bertasbih kepada Allah SWT. Mohon ampun dan mari kita mensujudkan semua kebanggaan yang kita miliki, tunduk dan patuh kepada Allah SWT,” ajak Ahmad Sagir.

IKLAN TENGAH

Di akhir khotbahnya, Ahmad Sagir mengajak umat Islam di Banjarmasin untuk mendoakan bagi keselamatan dan keberkahan negeri Indonesia. Dia berpesan agar seluruh jamaah selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Sementara itu, di Masjid Ar-Rahman, Jalan Melayu Darat juga disesaki jamaah. Dalam khotbah shalat Khusuf, Ustadz DR Ridhahani Fidzi juga menjelaskan fenomena alam seperti gerhana bulan, gerhana matahari serta pergantian siang dan malam merupakan bukti kebesaran Allah SWT yang menciptakan jagat semesta ini.

“Semua akan berjalan sesuai hukum Allah SWT, hingga hari kiamat kelak,” kata Ridhahani Fidzi yang mengajak jamaah untuk selalu mengagungkan kemahaan Sang Khalik.(jejakrekam)

Penulis : Didi GS/Afdi Achmad

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Iman Satria

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Fenomena Gerhana Bulan, Bukti Kebesaran Allah SWT