Atlet Sepak Takraw Tak Ikuti Tes PPLP Kemenpora

TIM Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang diketuai Lucky Ramdhani serta Islahuzzaman Nuryadin, instruktur tes fisik dan Ajeng Ratnanggani Pratiwi, psikolog, melakukan tes terhadap 41 atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan  Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah  (PPLPD) Kalimantan Tengah, selama dua hari,  16-17 Desember 2017 di Palangka Raya.

KETUA Tim Penguji, Lucky Ramdhani mengatakan tes tersebut rutin setiap tahun dilaksanakan. Kemenpora. Seyogyanya, ada 4 tes yakni tes kondisi fisik, tehnik, psikologi dan kesehatan. Namun untuk tes tehnik masih belum bisa dilakukan, karena penyusunan parameternya baru selesai, sehingga baru tahun dapat terlaksana.

Sedangkan, beber dia, untuk kesehatan sudah dilakukan oleh Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan, beberapa bulan lalu. Tes bertujuan untuk mengukur kemampuan
latihan apa yang telah dilakukan oleh atlet dan pelatih sesuai program yang disusun dari awal sampai akhri tahun 2017, apakah ada progres atau tidak.

“Ini bagian dari penilaian kami. Fisik bisa dibilang dominan untuk dinilai levelnya. Karena kondisi fisik sangat penting sebagai pondasi dasar seorang atlet. Ada macam macam tes fisik. Masing-masing  cabor berlainan,”ujar Lucky kepada wartawan, di Palangka Raya, Minggu (17/12/2017).

Iklan Samping 300×250

Tes fisik harus dilakukan serius oleh atlet. Jika tidak, sulit untuk mendapatkan gambaran atlet, pada kondisi puncak fisik, sehingga pelatih tidak akan bisa menyusun program latihan selama setahun dengan benar dan hanya akan percuma.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Tengah, Maslin, mengungkapkan kegiatan tersebut sebagai dasar seleksi atlet PPLP dan PPLPD, karena ada atlet yang harus “out” dari wadah pembinaan usia dini ini, karena usia tidak memenuhi syarat lagi, sehingga terhitung 1 Januari nanti sudah didapat formasi baru PPLP dan PPLPD.

Tercatat, 41 atlet berasal dari cabor dayung, panahan, tinju, gulat, pencak silat, tenis meja dan atletik. Tapi sayang untuk tahun ini tanpa dikuti atlet sepak takraw. Ini dikarenakan cabor takraw telah didegradasi Kemenpora lantaran dinilai kurang  berprestasi di tingkat nasional dan keterbatasan dana. Degradasi juga dilakukan terhadap Jawa Tengah dan Jawa Barat, tak hanya Kalteng.

“Itu akan kita kembalikan ke Pengprov dan Pengcab, sehingga pembinaan akan tetap berlanjut ke klub-klub dan masyarakat pencinta olahraga sepak takraw. Sebab, banyak atlet takraw khususnya putri yang menjadi atlet nasional dari Kalteng,”imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis :  Tiva
Editor   :  Fahriza
Foto     :  Tiva

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.