Dirgahayu

Ketika Generasi Galumbang Jaga Tradisi Bapintaan

KALIMANTAN Selatan sangat kaya dengan beragam budaya, khususnya bernafaskan Islam. Dari tradisi bagarakan sahur, tadarusan Quran di masjid dan langgar, hingga malam salikuran selama datangnya bulan suci Ramadhan.

NAMUN ada tradisi unik di Desa Galumbang, Kecamatan Paringin Selatan, ketika kegiatan tadarusan Qur’an selama sebulan penuh hendak khataman, maka tradisi bapintaan atau pengumpulan sumbangan ala kadarnya pun digelar. Dengan berkeliling dari satu ke rumah, warga Desa Galumbang khususnya kalangan remaja masjid dan langgar meminta sumbangan ala kadarnya, apakah berbeda uang atau barang. Uang atau barang yang dikumpulkan itu untuk biaya selamatan (basalamatan) saat batamat atau khataman Alqur’an.

“Dua atau tiga hari sebelum acara khataman ini, kami keliling kampung untuk Bapintaan mengumpulkan sumbangan warga untuk acara khataman Al Quran bersama,” ujar Ahmad Rizani salah seorang warga Desa Galumbang kepada jejakrekam.com, Kamis (22/6/2017).

Menurutnya, sumbangan ala kadarnya beragam, tidak hanya uang dan beras namun lainnya pun ada, seperti kayu bakar dan ikan kering. “Nanti semua sumbangan ini akan dimasak dan disantap bersama-sama setelah usai acara batamat dan basalamatan Alqur’an,” tuturnya.

Rizani mengatakan tradisi luhur yang mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong itu masih lestari dan terus dijaga dari generasi ke generasi. “Tradisi ini sudah sejak lama ada, dan waktu saya kecil pun sudah ada. Khususnya, khataman bersama di masjid atau langgar dengan acara salamatan dari dana sumbangan masyarakat,” ucapnya.(jejakrekam)

Penulis : Sugianoor

Editor   : Didi G Sanusi

Foto     : Sugianoor