Warga Rantau Bakula Desak Tambang MMI Distop

AKTIVITAS pertambangan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, dikeluhkan. Areal pertambangan yang dikuasai PT Merge Mining Industry (MMI) ini lokasinya berdekatan dengan pemukiman dan persawahan warga.

MENGADUKAN masalah itu, puluhan warga Desa Rantau Bakula, lagnsung mendatangi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Rabu (1/2/2017). Mereka mendesak agar aktivitas pertambangan MMI itu segera dihentikan, sehingga tak mengganggu ketenangan warga.

Kepala Desa Rantau Bakula, Rahmadi mengatakan akibat pertambangan itu, telah memicu keretakan hingga penurunan tanah pemukiman serta sawah miliki warga. “Penurunan tanah mencapai setengah meter. Kami menduga ini akibat aktivitas pertambangan perusahan itu,” ujar Rahmadi, saat beraudensi dengan Komisi III DPRD Kalimantan Selatan.

Aktivitas pertambangan batubara memang tak terlepas dengan blasting (pengeboman),  sebelum permukaan tanah dikoyak dengan alat berat dan dibor membuat terowongan tambang. Akhirnya, ‘emas hitam’ itu bisa dikeruk hingga kedalaman puluhan hingga ratusan meter. Untuk itu, Rahmadi mendesak agar para wakil rakyat di Rumah Banjar menindaklanjuti pengaduan warga. “Karena sudah mengganggu lingkungan kami, kami meminta aktivitas pertambangan PT MMI ini ditutup,” cetusnya.

Rahmadi mengakui PT MMI menerapkan pola penambangan bawah tanah (underground) sejak akhir 2016 lalu. Hal itu diduga Rahmadi dan warga lainnya sebagai penyebab menurunnya kontur tanah, serta areal persawahan dan pemukiman menjadi retak-retak. “Ini sudah membuat kami resah dan mengancam kehidupan warga Desa Rantau Bakula,” tegasnya.

Ia memastikan tuntutan penutupan aktivitas pertambangan PT MMI itu telah didukung ribuan warga desa di atas surat pernyataan bermaterai.

Menanggapi aspirasi warga Desa Rantau Bakula, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Rudiansyah memastikan akan segera menyampaikan hal itu ke instansi terkait. Ia memastikan dalam waktu dekat akan mengecek ke lapangan, untuk mencari solusi terbaik bagi warga. “Bagaimana pun masalah ini harus dipelajari dengan mengecek ke lokasi yang dikatakan retak oleh warga. Setelah itu, kami baru merumuskan solusinya,” ucap legislator Partai Golkar ini.

Dikutip dari Banjarmasin Post, Humas PT MMI Hasby Sholeh mengatakan telah menghentikan aktivitas pertambangan underground di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang. Bahkan, menurut dia, Kepala Teknik Tambang PT MMI, Wimarto tengah menyusun kajian teknis dengan retakan yang terjadi di areal sawah warga.(jejakrekam)

Penulis : Igam

Editor   : Didi GS