Hengkang ke Parpol Baru untuk Cari Suasana Baru

KEHADIRAN Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang galak membentuk jaringan dari pusat hingga ke daerah, cukup menarik sejumlah politisi gaek. Mereka ramai-ramai lompat pagar ke parpol yang didirikan taipan MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

MANTAN anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Bachruddin Syarkawie menegaskan hak setiap warga negara untuk menyalurkan hak politik ke parpol mana saja. “Kalau di PDIP itu adalah sebuah perjuangan awal. Nah, sekarang di Perindo meneruskan perjuangan yang belum selesai,” ujar Bachruddin Syarkawie, di Banjarmasin, Sabtu (28/1/2017).

Apakah Anda akan membawa massa yang selama ini berada di PDIP? Mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel ini mengatakan tak akan berpikir sejauh itu. Menurutnya, hak politik adalah sesuatu yang dijamin peraturan perundang-undangan. “Nah, kalau secara pribadi, mereka ingin bergabung mengapa tidak? Semua keputusan itu ada di tangan mereka,” ucap Bachruddin berdiplomasi.

Apakah kegagalan saat menjadi calon legislatif (caleg) Pemilu 2014 di PDIP jadi pemicu untuk hengkang ke Perindo? Bachruddin jelas-jelas membantahnya. Ia mengakui nama besarnya memang dikenal sebagai salah satu deklarator PDIP yang sebelumnya di era Orde Baru bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDIP).

Namun, menurut dia, dalam politik tak ada istilah hal yang baku karena semua pasti akan berubah pada waktunya. Bachruddin berdalih lewat jaringan yang dibangun Perindo, jelas akan menjadi sebuah parpol yang modern dan memiliki basis massa yang kuat. “Kami yakin akan lulus verifikasi faktual di KPU RI, sehingga bisa ikut Pemilu 2019 mendatang,” cetus Wakil Ketua DPW Partai Perindo Kalsel Bidang Organisasi ini.

Bukan hanya Bachruddin Syarkawi, politisi gaek Partai Amanat Nasional (PAN), Husaini Aliman pun meniru langkah koleganya itu. Alasan tak sejalan dengan garis komando parpol yang kini dipimpin mantan Walikota Banjarmasin, H Muhidin sebagai Ketua DPW PAN Kalsel, turut pula memicu Husaini Aliman untuk hengkang.

Ia berdalih mencari suasana baru di parpol baru. Namun, PAN yang kini dimotori sejumlah pengusaha tambang batubara di Kalimantan Selatan itu, tak membuat Husaini Aliman memilih bertahan. Incaran Husaini Aliman ketika bergabung ke Perindo adalah untuk bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2019 nanti.

“Konsep ekonomi kerakyatan yang digaungkan Perindo ini sejalan dengan misi saya,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis : Riza

Editor   : Didi GS