ACT

Ternyata Ada Satu Desa ‘Hantu’ Ditemukan di Kalimantan Selatan

0 1.629

KISRUH temuan desa fiktif yang diungkap Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigran (PDTT), makin hangat. Ternyata dari 1.824 desa,  ada satu desa ‘hantu’ alias tak berpenghuni lagi berada di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Desa Wonorejo, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.

“INFORMASI yang kami terima, ada laporan desa fiktif di Kalimantan Selatan yakni satu desa yakni Desa Wonerejo yang ada di Kabupaten Balangan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaslel Abdul Haris Makkie kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (07/11/2019).

Ia menjelaskan informasinya adanya desa ‘hantu’ atau fiktif berdasar temuan Kementerian Desa dan PDTT itu telah diinstruksikan agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel segera menginventirisasi.

“Sesuai prosedur akan dilakukan inventarisasi persoalan ini oleh dinas terkait. Saya sudah perintahkan, sehingga apabila ada ditemukan langsung dilaporkan ke pemerintah pusat,” ucap Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel.

BACA : Buron ke Kaltim, Eks Kades Korupsi Dana Desa Diringkus Tim Kejari Balangan

Ia mengakui selama ini proses pencairan dana desa baik melalui dana alokasi desa maupun dana desa tidak melalui Pemprov Kalsel, tapi langsung ditujukan pemerintah pusat ke Pemkab Balangan.

“Memang, masalah ini kewenangannya ada di daerah. Soal dana desa ini, Pemprov Kalsel fungsinya sebagai pembina. Sedangkan, eksekusinya berada di tangan pemerintah kabupaten, sehingga mereka yang harus bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa,” tegas Haris.

Sekadar diketahui, Desa Wonorejo masuk Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Sejak tiga taun terakhir, desa itu telah hilang, akibat ekspansi atau perluasan areal tambang PT Adaro Indonesia. Bahkan, sebagian lahan desa telah berubah menjadi waduk pembuangan air limbah perusahaan tambang terbesar di Kalimantan Selatan ini.

BACA JUGA : Tahun 2020, Anggaran Dana Desa Naik Jadi Rp 2 Miliar

Dulunya, Desa Wonerejo adalah desa transmigrasi dan mulai tahun 2016 secara bertahap hingga 2018 dilakukan pergantian aset oleh perusahaan dengan total luas desa yang tergusur itu mencapai 2.000 hektare mencakup tiga dusun. Yakni, dusun 8, dusun 9 dan dusun 10 di Desa Wonorejo.

Kasus ini sempat mencuat beberapa tahun lalu, ketika warga menolak direlokasi akibat perluasan wilayah konsesi tambang Adaro hingga melibatkan Pemkab dan DPRD Balangan. Bahkan, kasusnya pun sempat bergulir di Polda Kalsel .(jejakrekam)

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis Balsyi/Gian
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.