Sertifikat Rumah Tak Keluar, Warga Bumi Daya Turangga Datangi Notaris

PULUHAN warga Komplek Bumi Daya Turangga V di Jalan Kuin Selatan, Banjarmaisn Barat mendatangi Kantor Notaris Henny Rupiyanti di Jalan Adhyaksa Banjarmasin,  Rabu (9/10/2019). Mereka memprotes agar segera dikeluarkan sertifikat rumah milik mereka.

KEDATANGAN puluhan warga ke Notaris Henny Rupiyanti menuntut agar segera dikeluarkan sertifikat perumahan miliknya. Sebab, sudah banyak kredit sudah lunas dibayar. Bahkan, ada sebagian yang telah membayar secara tunai.

“Perumahan ini sudah berdiri pada 2013, bahkan sudah ada yang lunas sejak 2018 sebanyak empat orang. Satu orang lagi telah melunasi pada Juli 2019 lalu, tapi anehnya sertifikat hak milik belum juga dikasih,” ucap H Yudi, salah satu satu perwakilan warga kepada jejakrekam.com, Rabu (9/10/2019).

Ia menjelaskan pihaknya juga mencabut berkas untuk dipindahkan ke ntaris lain. Ternyata, menurut dia, paling cepat satu bulan dan paling lambat tiga bulan baru sertifikat itu dikeluarkan.

“Saat ini, yang memiliki sertifikat baru lima orang di Komplek Bumi Daya Turangga V RT 07 itu. Hanya sedikit yang punya sertifikat, kalau diperkirakan ada puluhan  rumah yang belum ada sertifikat, padahal semuanya sudah lunas terbayar,” kata Yudi.

Sementara itu, Notaris Henny Rupiyanti membenarkan kedatangan warga Komplek Bumi Daya Turangga menanyakan soal ikhwal sertifikat. Ia menjelaskan  awalnya tanah itu milik perusahaan developer. “Makanya, kami perlu waktu untuk memecah sertifikatnya. Ini harus melibatkan pihak BPN. Semua itu sudah saya laksanakan sesuai prosedur,” ucap Henny.

Hanya saja, beber dia, saat ini apakah sudah keluar atau belum akan segera dikonfirmasi ke kantor BPN Kota Banjarmasin.  Terkait ada beberapa warga yang mencabut berkasnya untuk dipindahkan ke notarias lain, Henny memastikan paling lambat tiga bulan sertifikatnya sudah keluar.

“Sertifikat itu sudah saya pecah, sehingga notaris lain tinggal enaknya saja, padahal yang sulitnya kami tangani, karena awalnya tanah itu milik developer,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS