Menuju FESyar KTI 2019, Bank Indonesia Kalsel Gelar Video Conference

KANTOR Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Kalsel menggelar Video Conference dengan 19 KPW BI se-Indonesia. Kegiatan ini sebagai upaya persiapan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar-KTI) Tahun 2019 yang direncanakan akan digelar pada tanggal 12-14 September di Atrium Duta Mall Banjarmasin.

KEPALA KPW BI Provinsi Kalsel Herawanto menegaskan, Video Coference sendiri dimaksudkan untuk kesiapan KPW BI Provinsi Kalsel sebagai tuan rumah FESyar-KTI Tahun 2019, setelah pada tahun sebelumnya acara serupa sukses digelar di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan timur.

“Jika dilihat Provinsi Kalsel punya potensi dan modal yang sangat baik dalam mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Banua. Merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah dan sesuai dengan akar sejarah Kalsel sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara,” tegasnya,  Selasa (10/9/2019), disela acara Media Breafing, dikantor Perwakilan BI, di Banjarmasin.

BACA: Gelaran Road to Fesyar 2019, Angkat Ekonomi Syariah di Banua

Hal ini menurutnya sangat beralasan, karena Kalsel memiliki jumlah penduduk muslim sebanyak 3,5 juta jiwa atau 96,7% dari total populasi penduduknya. Kemudian dari sisi jumlah pesantren Provinsi Kalsel juga memiliki jumlah terbanyak dibanding wilayah Kalimantan lainnya, yakni sebantak 283 Pesantren.

“Kegiatan FESyar- KTI ini ekonomi keuangan syariah tidak hanya secara eksklusif ditiujukan kepada umat Islam saja, namun secara inklusif dapat dimanfaatkan untuk berbagai kalangan dan khalayak umum,” katanya.

Rencananya FESyar-KTI Tahun 2019 akan dijabarkan dalam 6 kegiatan utama, diantaranya pertama yaitu seminar dan FGD yang meliputi Seminar “Sertifikasi Halal Menunjang Kegiatan Usaha”, Seminar”Prospek dan Pengembangan Usaha Syariah”, Seminar “Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif Melalui Optimalisasi Dana Ziswaf”, Seminar “Model Pemberdayaan Syariah Ekonomi Pesantren”, Focus Group Discussion (FGD) Holding pesantren dan Workshop Training of Trainers Model Keuangan.

BACA JUGA:Tingkatkan Ekonomi Berbasis Syariah, FESyar 2019 Bakal Digelar

Lalu kegiatan kedua adalah Kuliah Umum dan Talkshow, yang meliputi Kuliah Umum “Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Teknologi Digital”, Demo Pengelolaan Daging Beku Menjadi Makanan Sehat dan Halal, Talk Show “Aman dan Halal Bertransaksi”, Talk Show “Pengembangan Pariwisata Halal” dan Talk Show “Pengembangan Fashion Hijab”.

Kemudian kegiatan ketiga adalah Bedah Buku, Pentas dan Lomba Seni, yang meliputi Bedah Buku #generationmuslim “Islam Itu Keren”, Lomba Ziswaf Unggulan, Lomba Pesantren Unggulan, Lomba Tarian Kreasi dan Lomba Nasyid.

Kegiatan keempat adalah Forum Bisnis serta Pameran dan Expo, yang meliputi kegiatan Grand Final Wirausaha Muda Syariah KTI dan Business Matching Pembiayaan – Investor – Pengusaha Syariah. Ajang ini sendiri diklaim merupakan ajang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, pembiayaan, dan berbagai pihak yang terkait guna memperoleh kesepakatan bisnis yang sesuai dengan model usaha syariah, dalam wadah “Business Matching”. Pameran/expo yang diikuti oleh lembaga dan pelaku usaha terkait ekonomi dan keuangan syariah, terdiri dari 44 Booth.

“Terakhir yang nantinya merupakan kegiatan puncak adalah Tabligh Akbar “Ekonomi Syariah sebagai Rahmatan Lil Alamin” oleh KH. Muhammad Mukri Yunus,” tambahnya.

Terkait pesertanya sendiri terdiri dari berbagai wilayah yang mencakup Wilayah Kalimantan, Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) dan Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) yang mengikutsertakan 19 (sembilan belas) Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Negeri.

“Pihaknya berharap rangkaian kegiatan kali ini dapat menambah khazanah pengetahuan seputar ekonomi dan keuangan Islam bagi peserta kegiatan, tamu undangan, dan pengunjung.

“Baik dari sisi pendalaman ilmu maupun praktiknya, serta dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya ekonomi syariah sebagai salah satu motor utama sumber pertumbuhan ekonomi baru dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal