Dirgahayu

Inilah Catatan Bawaslu Kalteng Selama Pemilu Serentak 2019

BADAN Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) Kalimantan Tengah menilai secara umum pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Bumi Tambun Bungai berjalan sukses, diantara partisipasi pemilih meningkat. Namun demikian, ada sejumlah catatan yang menjadi perhatian Bawaslu dan saat ini tengah dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

“KENDALA persiapan SDM kita, untuk pembentukan pengawas TPS yang hampir bersamaan dengan sampai waktu pelaksanaan Pemilu 17 April, sehingga kita tidak banyak waktu untuk memberikan pengarahan terhadap pengawasan di TPS,” kata Ketua Bawaslu Kalteng Satriadi di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019).

Tentu saja hal itu dinilai belum bisa dilakukan maksimal. Begitu juga dengan pengawasan di tingkat kelurahan/desa, sehingga belum terlalu menjangkau untuk melakukan pengawasan 8.079 TPS.  Padahal, ini merupakan ujung tombak pengawasan di TPS. Tetapi syukurnya terbantu dengan adanya pembentukan pengawas pemilu kecamatan.

BACA: Bawaslu Kalteng Rekomendasi PSU/PSL di Lima TPS Tiga Kabupaten

Satriadi mengakui, memang Bawaslu cukup banyak menerima laporan pelanggaran selama Pemilu. Tetapi karena tidak cukup bukti, sehingga tidak bisa diregister dan tidak diterima laporannya.

Satriadi tak menampik, laporan politik uang minim diterima, karena jika tidak cukup bukti susah untuk diproses ke tingkat pidana “Tetapi sebenarnya jika mau melapor tidak perlu di Bawaslu, bisa dilakukan di tingkat kecamatan dan nanti akan diteruskan ke kami. Tapi yang paling krusial yakni faktor geografis karena jauh,”ujarnya.(jejakrekam)

Penulis Tiva
Editor Fahriza