5 Negara dan 25 Universitas Kembangkan Pengetahuan Matematika, Science, dan Komputer

DEKAN Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Chairil Faif Pasani berharap pihaknya mampu mengembangkan sisi pengetahuan Ilmu matematika, fisika, kimia, biologi, dan ilmu komputer untuk kepentingan dunia pendidikan.

KITA sharing bersama 25 perguruan tinggi dengan 5 negara dalam mengembangkan sisi pengetahuan,” ujarnya, di sela international conference on mathematics, science and computer education ‘Thr Role of Mathematics, Science and Computer Education in Improving Thr 21 Century Skills in Industrial Revolution 4.0 Era’, di Hotel Aria Barito, Rabu (7/8/2019).

Pihaknya memastikan membangun relasi dan koneksi international untuk masuk ke dunia global, baik FKIP maupun ULM. “Terbangun relasi akan menambah rahmat Allah, sehingga mampu meningkatkan kualitas individu para dosen, yang mengangkat nama baik FKIP ULM,” ucapnya.

Rektor ULM Prof Sutarto Hadi mengatakan, kegiatan akademik nasional dan internasional merupakan gagasan utama menyongsong Revolusi Industri 4.0. “Berkumpulnya para pakar dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, dan Australia, memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi era global ini di perguruan tinggi,” katanya.

BACA : Menristekdikti : Revolusi Industri 4.0, Peran Manusia Digantikan Kecerdasan Buatan

Sutarto mengakui tantangan sangat berat, dan bidang matematika dan science sangat berat, sebab bisa kehilangan 50 juta daya kerja karena pekerjaan akan dikerjakan oleh mesin. “Era ini sangat berbeda dengan era sebelumnyam, karena itu kita harus survive melalui sumberdaya manusia, apalagi FKIP menghasilkan guru yang tentu harus diberikan bekal cukup kepada mereka,”  tegasnya.

Pendidikan di Kalsel, tambahnya, di berbagai level bisa mempersiapkan diri menghadapi Revolusi Industri 4.0. “Ini pentingnya dari konferensi internasional ini,” katanya.

Hadir Prof Kathy Cabe Trundle dari Utah State University, Prof Peter F Taylor dari Murdoch University, Prof Mitra Djamal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Susan E Mckenney dari Twente University,  Prof Ghazali bin Sulong dari University Selangor Malaysia, dan Keynote Speaker Prof Intan Ahmad dari  ITB.(jejakrekam)

Penulis Afdi Achmad
Editor Andi Oktaviani