Sempat Berontak, Hunian Kolong Jembatan Antasari Digusur Satpol PP Banjarmasin

BATAL mengeksekusi delapan bangunan di Jalan Rantauan Darat, depan Rumah Sakit Sultan Suriansyah, ternyata aparat Satpol PP Kota Banjarmasin mengalihkan aksinya untuk menggusur gubuk para penghuni kolong Jembatan Antasari dekat Hotel Swissbell Borneo, Kamis (14/3/2019).

SEMPAT terjadi perlawanan dari para penghuni kolong Jembatan Antasari yang membangun gubuk di kawasan Siring Antasari. Mereka berteriak histeris, sambil menghamburkan barang miliknya ke arah personel Satpol PP Banjarmasin.

Namun, aparat berseragam yang diturunkan Pemkot Banjarmasin tak bergeming. Mereka tetap merobohan gubuk para penghuni kolong jembatan. Semua diratakan dengan tanah. Barang-barang berharga milik para penghuni sempat disita petugas. Bunyi tangisan para penghuni, terlebih anak-anak pun pecah.

Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Banjarmasin Noorfahmi Arif Ridha menegaskan operasi penertiban ini untuk menegakkan Perda Nomor 12 Tahun 2014 tentang Gelandangan, Pengemis dan Anak Terlantar.

BACA :  Geram, Walikota Ibnu Perintahkan Satpol PP Tertibkan Penghuni Kolong Jembatan Antasari

“Tindakan yang kami ambil merupakan terakhir. Karena sudah beberapa kali dibongkar, ternyata para penghuni tetap kembali ke lokasi ini. Bahkan, kami sudah beberapa kali memberi peringatan kepada mereka,” kata Noorfahmi Arif Ridha kepada awak media, Kamis (14/3/2019).

Sesuai arahan Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Hermansyah, usai berdialog dengan para pemilik delapan bangunan di Jalan Rantauan Darat, akhirnya diputuskan untuk membongkar hunian para penghuni kolong Jembatan Antasari.

BACA JUGA :  Ditawari Bansos, Penghuni Kolong Jembatan Enggan ke Rumah Singgah

“Kalau ada perlawanan di lapangan, itu biasa. Selama ini, mereka beranggapan lokasi ini milik mereka. Padahal, kawasan di tepian Sungai Martapura ini masuk areal proyek Siring Antasari,” ucap Noorfahmi.

Dia menyebut para penghuni kolong Jembatan Antasari ini merupakan warga binaan Dinas Sosial Kota Banjarmasin, sehingga sudah diberi pembekalan keterampilan. Ternyata, karena merasa tak terusik dan enak, para penghuni kolong jembatan ini ternyata tetap bandel.

“Makanya, perlu menggugah kesadaran mereka dan mengubah pola pikir. Sebab, menempati kawasan kolong Jembatan Antasari ini merupakan hunian yang tak layak bagi mereka, apalagi ada anak-anak di sini,” kata Noorfahmi.

BACA LAGI :  Satpol PP ‘Menyerah’, Minta Proyek Siring Antasari Dilanjutkan Lagi

Ia menegaskan peringatan terakhir bagi para penghuni usai digusur untuk tak kembali lagi ke tempat semula. Guna memantau itu, Noorfahmi memastikan Satpol PP Banjarmasin akan rutin melakukan patroli di kawasan samping Jembatan Antasari itu. “Tiap hari kami akan lakukan giat,” cetusnya.

Saat beberapa barang milik penghuni kolong Jembatan Antasari ini diangkut ke truk Satpol PP Banjarmasin, ada beberapa orang yang berontak. Padahal, menurut Noorfahmi, semua barang itu dibawa ke Rumah Singgah Baiman, karena seluruh penghuni ini selanjutnya ditangani Dinas Sosial Banjarmasin.

“Silakan ambil barang yang telah kami angkut ke Dinas Sosial Banjarmasin,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS