Helat Shalat Hajat, Pedagang Pasar Bauntung Merasa Diultimatum Walikota

AKSI penolakan terhadap rencana relokasi Pasar Bauntung dimanifestasikan dengan menggelar shalat hajat di lanta II Pasar Bauntung, Banjarbaru, Sabtu (15/12/2018) malam. Usai shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan shalat hajat dan shalat Isya. Akhirnya, kondisi Pasar Bauntung pun tampak lengang. Seluruh toko dan kios pun sengaja ditutup pemiliknya.

PARA pembeli sempat kebingungan dengan kondisi itu. Begitu mengetahui para pedagang tengah menggelar shalat hajat bersama, para pembeli pun memakluminya. Seusai shalat hajat, H Masri, perwakilan pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru mengungkapkan shalat hajat ini sengaja digelar untuk menyolidkan para pedagang dalam menghadapi rencana relokasi yang akan dilaksanakan Pemkot Banjarbaru.

“Kami mendukung rencana baik Walikota Banjarmasin yang ingin memperbaiki nasib para pedagang. Tetapi, kami tetap ingin bertahan di lokasi ini,” ucap H Masri kepada wartawan, Sabtu (15/12/2018) malam.

BACA :  Menolak Relokasi, Pedagang Pasar Bauntung Berencana Gelar Shalat Hajat

Menurut dia, pada sosialisasi beberapa waktu lalu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani telah menyampaikan sejumlah alasan mengapa relokasi Pasar Bauntung ke Jalan RO Ulin, harus dilakukan pemerintah kota. Namun, H Masri menilai justru sosialisasi itu hanya menjadi forum pengambilan keputusan sepihak.

“Kami katakan itu ultimatum. Sebab yang disampaikan Pak Walikota (Nadjmi Adhani) sebuah ultimatum. Bagi pedagang yang tidak mendaftar, dianggap tidak menyetujui rencana relokasi Pasar Bauntung. Kami diancam akan kehilangan haknya memiliki kios baru,” ujar H Masri, dibenarkan para pedagang lainnya.

Setali tiga uang, Hariyadi, pedagang Pasar Bauntung lainnya mengungkapkan pertemuan dengan Pemkot Banjarbaru di Gedung Bina Satria, beberapa waktu lalu, bukanlah sosialisasi. Tetapi, sebut dia, hanya semacam ancaman bagi yang menolak relokasi.

BACA JUGA :  Ongkos Relokasi Pasar Bauntung Mengutang, Kepala BPKAD Banjarbaru: Dicicil Lima Tahun

“Sebab, kami tidak punya pilihan lain, selain harus direlokasi. Kamik menilai itu semacam ultimatum. Sebab, jika tidak setuju Pemkot Banjarmasin tetap pada pendirian akan merelokasi Pasar Bauntung ke Jalan RO Ulin,” tutur Hariyadi.

Berdasar kesepakatan dan petisi yang ditandatangani para pedagang, satu suara untuk tetap menolak direlokasi ke lokasi yang baru. “Kalau hanya ingin pasar ini lebih baik, mengapa tidak pasar ini saja yang dibenah. Hal itu jauh lebih baik. Kalau pasar ini yang dibenahi dan diperbaiki, jelas kami sepakat,” pungkas H Masri.

BACA LAGI :  Sempat Disoraki Pedagang, Nadjmi Tetap Kukuh Ingin Merelokasi Pasar Bauntung

Sementara itu, anggota DPRD Banjarbaru, Emi Lasari turut diundang ke acara shalat hajat bersama. Emi Lasari pun menegaskan tetap mendukung dan terus memperjuangkan aspirasi para pedagang. “Selama para pedagang masih menolak, maka saya ikut menolak rencana relokasi Pasar Bauntung,” tegas legislator PAN ini.

Menurut Emi Lasari, sebagai wakil rakyat, secara pribadi tetap mendukung apa yang menjadi keinginan para pedagang. “Sejak awal, saya berkomitmen untuk tetap bersama para pedagang Pasar Bauntung,” pungkas Plt Ketua DPD PAN Banjarbaru ini.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi G Sanusi
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time