Sediakan Angkot Khusus Pelajar, Tahun Depan Giliran Ibu-Ibu ke Pasar

NASIB para sopir angkutan kota (angkot) di Banjarmasin, sudah menjadi rahasia umum terus terdesak dengan persaingan moda transportasi yang makin tajam. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin pun memberdayakan mereka dengan seragam dinas ini sebagai sopir angkutan pelajar gratis bertitel Ceria.

HASILNYA, Aliansyah dan Firdaus termasuk dalam 10 sopir angkot yang telah disulap menjadi angkutan khusus pelajar di Banjarmasin. Taksi kuning, begitu masyarakat Banjarmasin mengenalnya ini melayani beberapa rute sekolah, khususnya angkutan bagi pelajar SD dan SMP.

Diluncurkan pada 24 September 2018, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492, ada 10 unit angkot yang ditempeli stiker Ceria telah beredar seantero Banjarmasin. Rencananya, pada 2019, akan ditambah lima unit lagi.

Aliansyah, yang awalnya sopir angkot biasa mengaku senang ketika menjadi sopir angkutan pelajar Ceria gratis. Ia pun kini mengenakan pakaian dinas layaknya pegawai Dishub Banjarmasin.

“Jadi, sopir angkutan pelajar Ceria gratis ini jauh lebih terjamin. Ada kepastian uang yang didapat, dibandingkan menjadi sopir angkot biasa,” kata Aliansyah kepada wartawan di  Banjarmasin, Kamis (8/11/2018).

Pun begitu dengan Firdaus. Ia mengungkapkan ada 10 armada yang melayani lima kecamatan di Banjarmasin. Menurut dia, pada 2019, Dishub Banjarmasin berencana menambah lima unit lagi untuk meng-cover para pelajar yang berangkat dan pulang dari sekolah, diangkut dengan angkot khusus ini.

“Memang, ada penilaian khusus bagi para sopir angkutan pelajar Ceria gratis. Seperti, penilaian kelaikan armada pengemudi. Honor yang diberikan Rp 200 ribu per hari,” kata Firdaus, yang bangga mengenakan pakaian dinas dari Dishub Banjarmasin.

Dianggap berhasil dengan angkutan pelajar gratis ini, Kepala Dishub Banjarmasin Ichwan Noor Chalik memastikan akan mengembangkan hal serupa bagi para ibu-ibu ke pasar.

“Mobil yang kita pilih adalah jenis kijang yang laik. Mobil kijang ini akan diberdayakan untuk angkutan ibu-ibu ke pasar. Sebab, jika para ibu ini ke pasar, tentu bisa menekan angka inflasi di Banjarmasin,” kata Ichwan Noor Chalik.

Dia menyebut contoh rute yang akan diterapkan pada tahun depan adalah, dari kawasan Sungai Lulut ke Pasar Kuripan. Ada pula dari kawasan Kayutangi ke Pasar Lama, atau dari kawasan Trisakti ke Pasar Teluk Dalam. “Jadi, angkutan ini khusus untuk pasar, tidak boleh kemana-mana. Soal anggaran nanti akan ditanggung di Dishub Banjarmasin,” ucap mantan Kepala Satpol PP Banjarmasin ini.

Khusus angkutan pelajar, Ichwan mengakui sudah beroperasi selama tiga minggu dan ternyata telah diminati para pelajar. Menurut dia, jalur yang dilewati angkutan gratis ini adalah jalur yang jarang ada angkot.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Fahriza