Protes Harga BBM Naik, Tuntut Pertamina Didatangkan, Mahasiswa Demo DPRD Kalsel

KELANGKAAN premium atau bensin dituding puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalimantan Selatan, sengaja dilakukan pemerintah. Termasuk, menaikkan harga bahan bakar (BBM) dengan sedikit demi sedikit mencabut subsidi, faktanya justru membebani masyarakat.

AKSI demonstrasi mahasiswa ini pun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian gabungan Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin di DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Rabu (16/5/2018). Bahkan, polisi juga menerapkan pagar betis di tengah suasana yang masih mencengkam akibat aksi terorisme.

Salah satu pentolan demo mahasiswa, Toha Retob mengatakan kedatangan massa yang mengenakan jaket almamater kampus adalah menuntut janji DPRD Kalsel untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) serta memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk segera menurunkan harga BBM.

“Kami tak menerima alasan apapun dari pemerintah, jika harga minyak dunia mengalami kenaikan di pasar internasional. Itu tanggungjawab pemerintah, rakyat tidak mau tahu. Rakyat Kalimantan pun sudah menangis, karena harga BBM terus naik,” cetus Toha.

Para pengunjuk rasa pun ditemui Wakil Ketua DPRD Kalsel Asbullah dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Syafruddin H Maming dan anggota DPRD, Saiman. Namun, mahasiswa tetap ngotot agar dipertemukan dengan perwakilan PT Pertamina, selaku operator BBM.

Begitu mendapat jaminan janji dari Syafruddin H Maming yang akan mempertemukan mahasiswa dengan PT Pertamina, massa pun langsung membubarkan diri. “Insya Allah, besok (Kamis, 17/5/2018) akan digelar pertemuan dengan Pertamina. Kami minta perwakilan tiga mahasiswa dari masing-masing kampus yang mewakili rapat dengan Komisi III DPRD Kalsel,” tegas Cuncung, sapaan akrab politisi PDI Perjuangan ini.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...