Peredaran Sabu di Tabalong Dikontrol dari Lapas Narkotika

TENYATA dalang dari empat pengedar narkotika jenis sabu yang sudah diamankan Polres Tabalong berada di balik jeruji besi. Dia yang menjadi otak dan pengendali peredaran barang haram walau berada di Lapas Narkotika Karang Intan, hingga akhirnya bisa dibongkar pihak kepolisian.

KAPOLRES Tabalong AKBP Hardiono melalui Kepala Satnarkoba, Iptu Minggu Tampubolon, membenarkan bahwa sabu tersebut dikendalikan oleh salah satu warga binaan dari Lapas Narkotika.

“Iya, yang mengendalikannya adalah suami dari pelaku atas nama Saprah dari dalam Lapas Narkotika,”ujar Hardiono kepada wartawan di Tanjung, Kamis (21/12/2017).

Ia mengatakan pihaknya sudah mengamankan empat pelaku yang diduga adalah jaringan pengedar. Ditangkapnya empat pelaku peredaran sabu dengan barang bukti 31,38 gram ini akhirnya bisa mengungkap siapa pemasok utama atau yang menjadi otaknya.

Secara bergiliran keempat pelaku yang diamankan di tiga lokasi berbeda itu, hingga dikorek dan tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP), didapat keterangan bahwa pekerjaan mereka selama ini dikendalikam dari dalam lapas.

Keempat pelaku itu adalah Basriansyah (40 tahun) dan Supian (41 tahun), yang mengaku mendapat sabu dari Rahmadani alias Adong (33 tahun). Setelah itu, dari Rahmadi alias Adong didapat keterangan bahwa sabu yang didapat berasal dari Saprah (35 tahun) seorang ibu rumah tangga yang diketahui adalah istri dari pengendali barang haram tersebut.

Iklan Samping 300×250

Sabu yang didapat petugas dari tempat Saprah ini, kemudian disembunyikannya di dalam bantal kamar tidurnya. Saat ini, menurut Minggu Tampubulon, pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut dari mana sabu-sabu tersebut di dapat.

Sementara itu, salah seorang pelaku, Saprah juga mengaku bahwa dirinya hanya menerimakan sabu tersebut. Ini setelah dirinya mendapat pesan dari suaminya yang saat ini masih berada di Lapas Narkotika.

Saprah mengungkap dirinya tidak pernah tahu siapa orang yang mengantarkan sabu tersebut ke rumahnya. Ia hanya tahu, kalau kalau akan ada yang mengantar barang tersebut, dan nanti akan ada orang yang akan mengambilnya. “Saya tidak tahu siapa yang mengantar sabu tersebut,” ujar Saprah kepada petugas kepolisian.

Menurutnya, dirinya hanya diberi tahu suaminya jika akan ada barang yang datang. Selanjutnya,  urusan duit untuk membayar orang yang mengambil pesanan sabu itu, Saprah mengaku tidak pernah tahu.  “Semuanya diatur oleh suami saya. Saat ini, suami saya tengah menjalani hukuman karena ditangkap dalam kasus narkoba,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis : Herry Yusminda

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Herry Yusminda

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.