jejakrekam.com

semua ada di sini

Sunday 17th December 2017

PT Angkasa Pura Dorong Pengembangan Wisata Kalsel

PT Angkasa Pura Dorong Pengembangan Wisata Kalsel

DIREKTUR Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Wendo Asrul Rose mengungkapkan potensial tourisme destination at south borneo bertujuan menggali lebih dalam potensi destinasi wisata di Kalimantan Selatan dan ikut mendukung program pemerintah dalam peningkatan bidang pariwisata.

“PT ANGKASA Pura I mengagungkan promosi potensi wisata Kalimantan Selatan dengan Focus Group Discussion (FGD) antar pemangku kepentingan,” kata Wendo Asrul Rose dalam siaran pers, Rabu (6/12/2017).

Dia berharap kegiatan Collaborative Destination development “Potential Tourism Destination at South Borneo” memberikan dampak positif dan dapat bersinergi dengan program pemerintah di bidang pariwisata. “Hasil akhir diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata dan Kalsel akan menjadi salah satu destinasi wisata menarik,” bebernya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I M Asrori menginginkan,  semangat pariwisata di Kalsel harus dikelola bersama, apalagi turis selalu melalui bandara Syamsuddin Noor. “Saya kira CDD dapat mendukung program pemerintah dengan kolaborasi antara pengelola bandara, maskapai penerbangan, agen travel tourist serta Pemprov Kalsel,” ucap M Asrori.

Apalagi, sambungnya, menyangkut percepatan pembangunan infrastruktur berkaitan pariwisata. “Ya investasi baru sektor pariwisata dapat tumbuh di Kalsel,” tambahnya.

Kadis Pariwisata Kalsel Heriansyah mengungkapkan, sektor pariwisata penyumbang devisa terbesar ke-4. “Kami ingin Kalsel juga bisa memberikan terbaik dalam penyumbang devisa sektor pariwisata, sebab cukup banyak kegiatan even nasional di Kalsel, termasuk Festival Bamboo Rafting Loksado, Festival Borneo Dewan Adat Dayak, kongres bank sampah, dan lainnya,” kata Heriansyah.

Ia membenarkan adanya dana Rp 1 miliar untuk Provinisi Kalsel dan 7 kabupaten/kota di Kalsel untukl sektor pariwisata, yang ditambah DAK Rp 1,27 miliar 2017 dan  Rp1,38 miliar tahun 2017, serta diharapkan 2018 untuk Kalsel dapat meningkat.

Sedankan, daya tarik wisata, menurut Asisiten Bidang Ekonomi Setdaprov Kalsel Gusti Rifai, di Kalsel memiliki magnet tersendiri, sebab wisata alama, wisata budaya, dan wisata religi cukup menggairahkan. “Nilai tersendiri bagi wisatawan lokal dan domestik, terhadap wisata di Kalsel,” tuturnya.

Indonesia kini, dinilai staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro mampu menggaet pendapatan sektor pariwisata sebanyak Rp190 triliun. “Sektor pariwisata mampu  menciptakan peningkatan ekonomi masyarakat, lapangan kerja.

“Ya, 20 juta wisatawan manca negara berkunjung ke Indonesia, walau kita masih bergantung kepada Jakarta dan Bali, dan Kepulauan Riau,” katanya.

Kementerian Pariwisata kini membuat prioritas bagi 100 event terbaik, yang setiap event dilauncing di Kementerian Pariwisata Jakarta. “Kami mendukung etiap event, dan kami bantu pendanaan, termasuk Kalsel untuk 3 event besar di Kalsel,” katanya,

Perkembangan trafik penerbangan Bandara Syamsuddin Noor selalu meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan pergerakan penumpang tahun 2015-2019 diperkirkan naik 4 persen. Sedang pergerakan penumpang naik 3 persen dan kargo 4 persen. “Estimasi jumlah penumpang sebanyak 3,6 juta orang tahun 2017. Dan tahun 2018 naik 3,7 juta orang, serta 2019 akan mencapai 3,9 juta orang,” ucap M Asrori.

Kini managemen Bandara Syamsuddin Noor mempersiapkan untuk mencapai target pertumbuhan, tentu diupayakan pembuaan sejumlah rute penerbangan baru 2017 seperti ke Palangkaraya, Batam, Makassar, Semarang oleh Lion Air, Wing Air, Citilink. “Pengembangan bandara Syamsuddin Noor ditarget selesai 2019, sehingga mampu menampung 8 juta penumpang. Ini semakin mendukung daya saing Kalsel sebagai destinasi wisata, yang diperhitungkan baik oleh turis lokal maupun mancanegara,” katanya.

CDD dihadiri seperti Staf Khusus Gubernur Kalsel Gusti Rifai, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI Judi Rifajantoro, serta 120 peserta yakni instansi pemerintah, TNI/Polri, BUMN, Civitas Akademika, Airlines, Asita, PHRI, Air Navigation Indonesia, CIQ, dan Mitra Usaha Bandara Syamsuddin Noor, dengan menyumbang ide pemikiran kemajuan pariwisata di Kalsel.

“Kolaborasi antara pemangku kepentingan industri pariwisata di Kalsel, PT AP I optimis di tahun 2025 jumlah wisatawan di Kalsel meningkat menjadi 2 juta untuk wisatawan domestik dan 67 ribu wisatawan internasional,” imbuhnya. (jejakrekam)

Penulis : jejakrekam

Editor    : Afdi Achmad

Foto      :  Istimewa

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan