Koperasi Tani Sejahtera Fokus Kembangkan Nangkadak

INOVASI pertanian menjadi pilihan Koperasi Tani Sejahtera yang berada di Komplek Arrahman, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin. Menyikapi makin sempitnya lahan pertanian di Kota Banjarmasin dengan memanfaatkan lahan pekarangan berbasis teknologi pertanian organik.

KETUA Koperasi Tani Sejahtera, H Abdullah Basri mengungkapkan teknologi pertanian yang digunakan untuk areal perkotaan seperti hidroponik dan aquaponik sebagai jawaban untuk penanaman holtikultura dan tanaman keras seperti mangga dan nangkadak serta tanaman lainnya.

“Alhamdulillah, koperai ini bisa eksis setelah sempat vakum cukup lama. Sudah tiga tahun lebih, koperasi ini berinovasi dan fokus pada pertanian yang mengarah organik,” ucap H Abdullah Basri kepada jejakrekam.com, di stand pameran Banjarmasin Expo 2017, Sabtu (30/9/2017).

Tak cukup hanya di Banjarmasin, koperasi juga melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan lahan di kawasan Pulau Sari, Kabupaten Tanah Laut seluas 6,4 haktare. Ada beberapa produk pertanian yang jadi unggulan seperti nangkadak, sirsak, matoa (rambutan khas Papua) serta terong nasi.

“Dalam mengembangkan pertanian perkotaan dan organik, kami sudah melakukan studi banding ke Pulau Jawa. Hasilnya, cukup dirasakan setelah dibina instansi terkait seperti Dinas Koperasi dan Dinas Pertanian Banjarmasin,” tutur H Abdullah Basri.

Dia mencontohkan produk unggulan pertanian yang kini menarik terus dikembangkan adalah nangkadak. Hal ini disebabkan tingginya konsumsi masyarakat terhadap nangka dan tiwadak, khususnya pembuatan panganan seperti mandai. “Makanya, kulit nangkadak ini bisa dibuat mandai raja. Tak hanya isi atau buahnya yang berbeda dengan nangka dan tiwadak,” ucap Abdullah.

Menurutnya, dengan menitikberatkan pada usaha pertanian modern, Koperasi Tani Sejahtera ini mampu bertahan di tengah mati surinya pertanian. “Kebanyakan pertanian yang mati itujenis simpan pinjam. Makanya, kami menerapkan koperasi yang bergerak ke produk pertanian, dan ke depan melirik produk khas lainnya seperti pembuatan kain sasirangan,” ujarnya.

Keunggulan nangkadak yang merupakan produk pertanian kawin silang ini, dibandingkan nangka atau tiwadak (cempedak) biasa adalah buahnya yang dipenuhi daging. Kemudian, pohong nangkadak juga mampu memproduksi buah antara 50-75 buah setiap tahun ketika tanaman baru mencapai usia 2-3 tahun, bahkan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia pohon.(jejakrekam)

Penulis : Didi GS

Editor   : Didi GS

Foto     : Didi GS

Anda mungkin juga berminat
Loading...