Dirgahayu

Mau Menuntut Ilmu ke Cina? Disediakan 90 Kursi Mahasiswa Baru

TUNTUTLAH ilmu hingga ke Negeri Cina. Ada ingin kuliah di Negeri Tirai Bambu itu? Apalagi sekarang telah disediakan beasiswa sehingga saat menempuh pendidikan bisa tenang karena gratis dan ditanggung perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia. Tak hanya, tawaran kerja pun datang, ketika telah lulus studi di negeri yang kini perekonomiannya telah menjelma menjadi raksasa dunia ini.

UNTUK tahap awal, Jiangsu University telah menyediakan kuota  90 orang yang bisa kuliah gratis di Negeri Cina. Dan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dipilih perguruan tinggi asal Tiongkok itu. “Hal ini merupakan kesempatan bagus bagi generasi muda di Kalsel. Informasi beasiswa untuk kuliah di Tiongkok ini akan terus kami sebarluaskan,” kata Rektor ULM Prof DR Sutarto Hadi, saat menerima kunjungan konsultan pendidikan dari Tiongkok, di Banjarmasin, belum lama tadi.

Sutarto mengakui promosi pendidikan gratis gencar dilakukan perusahaan dan pemerintah China. Hal ini, menurut dia, juga dipermudah dengan mendaftar secara online, karena sudah ada 20 universitas di China yang ikut seminar internasional sekaligus mempromosikan beasiswa gratis bagi pelajar Indonesia.

Sementara itu, Director W2 Point Limited China, Nwuba Eugene Chinweokwu menambahkan, pada 18-21 Juni 2017 nanti, akan datang 20 perguruan tinggi asal China di Jakarta, dalam rangka ekspo pendidikan dan dihadiri para rektor dan 55 delegasi asal Tiongkok. ”Tahap awal ,ada institusi Jiangsu yang akan mendirikan pabrik di Indonesia. Mereka mencari tenaga kerja Indonesia dengan terlebih dahulu dididik. Setelah lulus langsung bekerja. Kuota yang disiapkan adalah 90 orang,” ujarnya.

Pria berkebangsaan Afrika Selatan ini menambahkan, pendidikan yang ditempuh setara diploma.Ia menjelaskan proses belajar mengajar satu tahun pendalaman bahasa Mandarin dan 2 tahun adalah ilmu pengetahuan. Untuk pendidikan diploma ini dikhususkan bagi lulusan SMA.

Disinggung apakah ada syarat khusus,  Nwuba menyebut secara umum nilai harus bagus. Kemudian bisa berbahasa Inggris meskipun bukan syarat mutlak. Yang lebih diumakan adalah bisa berbahasa Mandarin. ”Orang Indonesia belajar bahasa Cina itu cepat, 6 bulan saja sudah bisa bahasa China. Yang diploma untuk lulusan SMA, kalau perguruan tinggi lain untuk dosen bisa pendidikan S2 atau S3. Di institusi Jiangsu ini, ada berbagai macam bidang dari kesehatan, enginering, arsitek, obat-obatan dan semua bidang industri,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis  : Wan Marley

Editor    : Didi G Sanusi

Foto      :  Wan Marley