Program Pamsimas Diluncurkan, Aparat Desa di Barito Utara Dilatih

PROGRAM penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) yang diluncurkan pemerintah pusat di wilayah Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, disambut hangat. Untuk itu, aparatur desa dibekali pelatihan di Aula Kecamatan Teweh Tengah, Muara Teweh, Rabu (10/7/2019) untuk peningkatan kapasitas program pamsimas.

PELATIHAN ini berlangsung sejak Selasa (7/7/2019) hingga berakhir pada Jumat (12/7/2019), diikuti belasan aparatur desa dan kecamatan. Bagi Kepala Bidang Kelurahan dan Desa, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara,  Syamsul Astori Jaya, dengan menggenjot kemampuan aparatur desa, tntunya pencapaian akses universal dari program pamsimas bisa tercapai.

“Pemerintahan desa dan masyarakat sangat berperan dalam membangun desanya,  termasuk sarana air bersih dan penataan lingkungan. Jadi, nantinya program ini bisa dinikmati bersama,” ucapnya.

BACA : Tak Hanya Jalan Mulus, Warga Desa Sei Rahayu 1 Bisa Nikmati Air Bersih

Ia mengakui kontur tanah di setiap desa yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara, berbeda-beda. Ada yang berada di dataran tinggi, namun ada pula berada di bantaran sungai, sehingga tingkat kesulitannya dalam mengakses air bersih berbeda. Agar program itu tercapai, Syamsul meminta agar aparatur desa bisa buka setiap hari kerja dalam memberi pelayanan kepada publik.

Kepala Desa Beringin Raya,  Tiga Saputra mengatakan  untuk wilayahnya telah dibangun tahun 2017. Sedangkan, menurut dia, tahun ini akan dijalankan karena ada tambahan dana dari Dinas PUPR Barito Utara,  karena telah dianggarkan dari dana desa untuk pembangunan jaringan air leding hingga ke rumah warga.

“Air akan diambil dari sungai yang kemudian diolah menjadi air bersih untuk disuplai ke rumah warga,” paparnya.

BACA JUGA : Tekan Angka DBD, Dinkes Barito Utara Galakkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Senada itu, Kepala Desa Batu Raya I, Sehat mengatakan program pamsimas telah ada berupa jaringan pipa, sehingga untuk menyambungkan jalur ke rumah warga akan diprogramkan pada 2020 mendatang.

“Yang pasti, warga di  Desa Batu Raya terdiri dari 524 kepala keluarga, dan 1990 jiwa nantinya semuanya akan menikmati air bersih. Harapannya, pemerintah dapat turut mewujudkannya,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Syarbani
Editor Didi GS