Manajemen Nurani, Pesan bagi Wakil Rakyat Terpilih

Oleh : Anang Rosadi Adenansi

BOROSNYA anggaran pemerintah dalam perencanaan konsultan untuk pembangunan sangat kita sayangkan. Akibat, perencanaan yang tidak matang dan cenderung sembrono, tanpa mengindahkan ke arifan lokal dan perilaku pengguna anggaran keuangan daerah yang esensinya adalah uang rakyat.

MENGAPA saya katakan manajemen nurani itu sangat dibutuhkan, karena jika kita tidak punya perasaan dalam menggunakan anggaran dari uang rakyat, sangat sulit sasaran pembangunan dapat tercapai maksimal. Sepatutnya semua disiplin ilmu apapun harus mengarah kepada tindakan yang tidak mubazir karena mubazir temannya setan dalam konsep agama Islam.

Dari pengamatan kami, selaku aktivis peduli anggaran maka yang  diperlukan sekarang adalah sikap kritis anggota dewan sebagai wakil rakyat. Mulailah melakukan dengan telaah anggaran  bukan hanya berorientasi kepada pagu anggaran semata-mata, tapi mintalah design engineernya

BACA : Anang Rosadi : Seharusnya DPRD Banjarmasin yang Menggugat Data Aset, Bukan Kami!

Sebagai sangat fatal apabila ketidakakuratan fungsi dan peruntukan sebuah bangunan konstruksi, jelas hal ini akan menguras habis anggaran dan perawatan. Ujung-ujungnya, diapstikan sukar meningkatkan reward atas pengabdian aparat yang baik atau peningkatan kualitas, jika semua tersedot hal-hal yang tidak produktif.

Untuk itu, para anggota dewan baik di pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota, baik yang menghabiskan masa jabatan maupun terpilih hasil Pemilu 2019, harus mendorong tindakan revolusi mental yang nyata dengan mengukur juga kinerja setiap SKPD dengan berbagai parameter.

Saya mengistilahkan ini sebagai manajemen hati nurani yang terkoneksi, artinya jika dalam perencanaan pembangunan maka libatkanlah kekayaan milik Allah Taala, terukur penggunaan cahaya, terukur sirkulasi angin, terukur kapasitas ruangan yang diperlukan untuk mobilisasi kerja dan sebagainya.

BACA JUGA : Hemat Triliunan Rupiah Uang Negara karena Penerapan SAKIP

Revolusi mental ini sangat perlu menumbuhkan  kesadaran nurani terkoneksi, dengan begitu tindakan mubazir harus sudah dikubur jauh-jauh. Conto kecil, ketika ruangan sudah terang cahaya mentari, janganlah menyalakan lampu. Jika perlu AC atau pendingin ruangan dimatikan, dan sebagainya sebagai bagian dari penghematan anggaran rakyat.

Inilah mengapa manajemen nurani perlu kesadaran nurani. Begitu menyedihkan ketika keborosan itu dipertahankan, padahal semua dipakai lewat anggaran yang dipungut dari pajak, retribusi dan lainnya.

Nah, jika perkantoran pemerintahan dan dewan sudah bisa memangkas biaya listrik, tentu penghematan anggaran bisa terealisasi. Jangan sampai, biaya untuk para pejabat dan anggota dewan it uterus menjepit kondisi rakyat yang sudah menanggung banyak biaya hidup.

BACA LAGI : Triliunan Rupiah Dana APBN 2019 untuk Kalsel

Untuk para anggota dewan yang terpilih harus mengedepankan dan membangun rasa akan duit rakyat. Sebab, tidak akan terhambat pembangunan dengan efesiensi. Bahkan, hal ini akan memaksimalkan hasil dan sasaran dari perencanaan para konsultan, baik dari luar provinsi maupun loka.

Gerakan revolusi mental sebenarnya merupakan gerakan menumbuhkan kesadaran nurani yang terkoneksi dengan melihat kondisi yang dialami masyarakat sebenarnya. Harapan besar tentu terpulang kepada para wakil rakyat atau caleg terpilih hasil Pemilu 2019 untuk dapat dapat maksimal memainkan perannya dengan tiga fungsi yang melekat, hak anggaran, legislasi dan pengawasan.

Dalam hal ini, peran para konsultan dalam merancang bangun juga harus berpikir arif dalam perencanannya. Jangan sampai seperti di beberapa instansi, sudah tahu AC atau pendingin udara yang terbaik adalah suhu ruangan juga dibangun dengan konsep bangunan blok, hingga jaringan selang atau kabelnya ditanam di dinding dan lewat plafon.

BACA LAGI : Bangunan RSUD H Ansari Saleh Gerogoti Keuangan Daerah?

Akibatnya, jika ada kebocoran selang jelas sulit mengontrol. Dampaknya, berada di plafon air dingin selang menetes ke plafon, apalagi jika mesin pendingin ruangan itu perlu perawatan rutin. Ini adalah contoh kecil, karena begitu salah penempatan dalam perencanaan, maka yang terjadi ada pemborosan. Ingatlah dalam konsep agama mubazir dan boros itu adalah perbuatan setan yang menjadi lawan insan.

Sekali lagi, manajemen nurani kepada para pejabat dan anggota dewan terhormat, terutama yang akan terpilih dan dilantik hasil Pemilu 2019, sudah saatnya mengedepankan hal itu. Janganlah membuat sebuah perencanaan pembangunan hanya membebani uang rakyat.(jejakrekam)

Penulis adalah Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Kalsel

Mantan anggota DPRD Kalsel dan Pegiat Anti Korupsi Kalsel