Belasan Tahun Sudah Lantai II Pasar Cempaka Tak Berpenghuni

BANYAK bangunan mubazir yang ada di Banjarmasin. Bahkan, terkesan dibiarkan belasan tahun lamanya. Seperti terlihat di kawasan Pasar Cempaka, tepatnya di lantai II  lokasi bekas Bioskop Cempaka berdiri, yang kini teronggok tinggal menunggu ajalnya.

NYARIS tak ada lagi aktivitas di kawasan Pasar Cempaka di lantai dua. Sepi, bahkan terkesan angker, karena beberapa pedagang konveksi telah menutup tokonya, karena sudah tak lagi didatangi para pengunjung.

Yang cukup ramai hanya di lantai 1, yang menjadi pusat perdagangan barang elektronik, alat elektrik dan lainnya serta servis alat-alat elektronik.

“Ya, sudah lebih dari 15 tahun lamanya, bangunan lantai dua itu biarkan tak berpenghuni. Sampai sekarang, bangunan itu tidak terawat lagi. Ya, mubazir, padahal bangunan pasar ini masih kuat dan bisa menampung banyak pedagang,” kata Iwan, pedagang barang elektronik kepada jejakrekam.com, Jumat (14/6/2019).

BACA : Semangat Gowes dan Senja Kala Pasar Sepeda Niaga Timur

Ia mengakui masa keemasan bioskop kelas ‘kambing’ seperti Bioskop Cempaka, mengiringi matinya wahana hiburan rakyat lainnya yang telah duluan berakhir sekitar awal 2000-an itu.

“Sekarang, nama-nama bioskop yang ada di Banjarmasin seperti Bioskop Dewi, Kamaratih, President, Ria Theater dan lainnya hanya tinggal nama. Yang ada, tinggal papan hanya Bioskop Cempaka,” tutur Iwan.

Ia mengakui awal kejayaan Pasar Cempaka pada 1980-an hingga 1990-an, begitu memasuki tahun 2000-an pun kian meredup, meski dikenal sebagai pusat perdagangan dan servis alat elektronik. Namun, dengan hadirnya pertokoan modern serta pusat perbelanjaan modern yang menyediakan hiburan tontonan, seiring pula ditinggalkan publik.

“Padahal, dulunya Pasar Cempaka bisa bersaing dengan Pasar Baru Indah dan Pasar Ujung Murung untuk jenis pakaian yang dijual. Namun itu jadi cerita dulu,” ucap Iwan.

BACA JUGA : Cerita Bioskop Ratna dan Pasar Blauran, Kenangan Tersisa Warga Banjarmasin

Pantauan jejakrekam.com di lokasi Pasar Cempaka, tampak blok toko kosong dan ditutup dengan rolling door. Bahkan, bau pesing sangat menyengat di bagian atas. Sampah berserakan dan tampak sedikit angker. Padahal, jika dihitung dengan jari, sedikitnya ada sekitar 50 toko yang kosong.

“Ya, sudah 15 tahun tak terpakai lagi bagian lantai dua di Pasar Cempaka. Semua pedagang sudah pindah, ada yang turun ke bawah atau juga tak berdagang lagi,” kata Rahman, pedagang elektronik lainnya.

BACA LAGI : Kehidupan Pasar Malam Blauran Seakan Dibiarkan Mati Pelan-Pelan

Dengan posisinya yang berada di pusat kota, Rahman berharap keberadaan pasar-pasar yang ada bisa kembali dihidupkan Pemkot Banjarmasin. Tentunya, menurut Rahman, dengan menghidupkan pusat hiburan semacam bioskop untuk kalangan menengah ke bawah.

“Ya, jangan sampai pasar ini justru jadi tempat tinggal para gelandangan dan pengemis. Ya, seperti pasar-pasar atau bangunan kosong yang ada di Banjarmasin. Yang dikhawatirkan, kalau tempat ini disalahgunakan untuk kegiatan maksiat,” tutur Rahman.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS