ACT

Nanik Ungkap Kebocoran Uang Negara, Kalsel Kaya Tapi Rakyatnya Miskin

1 1.033

WAKIL Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang menyebut Kalimantan Selatan salah gambaran paradoks Indonesia. Kalimantan Selatna yang kaya raya dengan sumber daya alamnya, justru masih banyak masyarakatnya hidup miskin.

HAL ini diutarakan mantan jurnalis Tabloid Bangkit ini dalam diskusi berjuk Paradoks Indonesia yang dihelat Satgas 02 dan Lintas Relawan Prabowo-Sandi Kalsel di Hotel Efa Banjarmasin, Kamis (4/4/2019).

Nanik mengaku awalnya dekat dengan Joko Widodo (Jokowi) sejak jadi Walikota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta. Namun, begitu menjelang Pilpres 2014, Nanik menjatuhkan pilihan bergabung dalam garda pemenangan Prabowo Subianto. Dia meyakini Ketua Umum Partai Gerindra itu akan membawa Indonesia lebih baik lagi jika terpilih dalam Pilpres 2014.

BACA : Setahun Keruk Batubara Senilai Rp 200 Triliun, Kalsel Disebut Dijatahi 5 Persen Saja

“Saat ini, Prabowo-Sandi diserang berbagai penjuru demi mengagalkannya menjadi presiden dan wakil presiden. Baru-baru ini, pesawat yang ditumpangi Pak Prabowo dihadang dengan jet tempur. Sebelumnya, juga pernah helikopter yang ditumpangi beliau dilarang mendarat, itu tidak terjadi di kubu sebelah,” ungkap Nanik.

Dia mengatakan kebocoran uang negara yang disampaikan Capres 02, terus di-bully habis-habisan. Namun, di saat bersamaan, KPK justru menyampaikan data lebih dari Rp 2.000 triliun uang negara dibawa kabur ke luar negeri.

“Siapa yang berani membantah pernyataan KPK? Kita meyakini Pak Prabowo bisa menutup kebocoran uang negara. Nantinya, uang itu bisa digunakan untuk membiayai pembangunan,” ujar Nanik.

BACA JUGA : Pembangunan Kalsel Lambat, Mardani Sebut Akibat Jokowi Kalah di Pilpres 2014

Sementara itu, akademisi UIN Antasari Dr Andin mengatakan paradoks Indonesia yang dipaparkan Prabowo dalam bukunya itu, berdasarkan hasil survei dari lembaga kredibel tentang ketimpangan di tanah air.

“Bahkan satu persen dari penduduk Indonesia menguasai setengah dari kekayaan negeri ini. Di sisi lain, 29 juta masyarakat Indonesia dikategorikan miskin,” ungkap Andin.

Baginya, ketimpangan inilah yang membuat Prabowo Subianto memilih berjuang di Pilpres 2019 untuk memangkas ketimpangan antara  si kaya dan si miskin yang terjadi di Indonesia.

Politisi PKS Surinto menjelaskan pemerintah Pusat selama ini tidak memberikan keadilan bagi pemerintah daerah. Pasalnya, anugerah batubara yang dikeruk dan kemudian diangkut keluar daerah namun Pemprov Kalsel hanya diberi 5 persen.

BACA LAGI : Royalti Minerba Kalsel dari Pemerintah Pusat Mencapai 207,222 miliar  

“Padahal per tahunnya produksi berkisar 150 juta ton, jika diuangkan dengan asumsi harga per ton 100 dolar Amerika Serikat, berarti setara nilainya Rp 200 triliun. Ironisnya, kita hanya dapat jatah lima persen, hitungan kasarnya hanya dapat sekitar Rp 10 triliun,” ungkap Sekretaris FPKS DPRD Kalsel ini.

Suritno berharap jika Prabowo-Sandi terpilih, ada keadilan yang diberikan pemerintah pusat bagi pemerintah daerah, terutama dalam hal bagi hasil kekayaan alam.

BACA LAGI : KPK Heran Daerah Kaya SDA, Rakyatnya Justru Miskin

Sementara itu, praktisi Subhan Syarief menganalogikan andai hasil pertambangan batubara dibagi rata kepada setiap penduduk Kalsel, maka masing-masing kepala mendapatkan Rp 500 ribu per bulan.

“Kekayaan alam Kalsel tidak berbanding dengan kualitas manusianya. Ini yang menjadi paradoks. Ada yang salah dengan pengelolaan sumbar daya alam kita sehingga tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” pungkas Subhan.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
1 Komentar
  1. Dewi berkata

    Maaf… tolong dikoreksi lg tulisannya.. ada beberapa yg typo.. contohnya “Dia meyakini Ketua Umum Partai Gerindra itu akan membawa Indonesia lebih baik lagi jika terpilih dalam Pilpres 2014”.

Balas Untuk Dewi
Batal Balas

Alamat email anda tidak akan disiarkan.