Jalan Cemara Raya dan Adhyaksa Diberlakukan Sistem Satu Arah

PENERAPAN rekayasa lalu lintas sistem satu arah akan diberlakukan di ruas Jalan Cemara yang terkoneksi dengan Jalan Brigjen H Hasan Basry dan Jalan Sultan Adam. Eksekusi kebijakan ini sejalan dengan penutupan Jembatan Sungai Alalak yang akan dibongkar dan dibangun jembatan baru pada 24 Februari 2019 nanti.

BELEID ini akan segera direalisasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin demi mengurangi tingkat kemacetan yang cukup parah di kawasan Kayutangi.

Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan penerapan sistem satu arah di Jalan Cemara Raya juga akan berdampak pada ruas jalan lainnya seperti Jalan Adhyaksa.

“Jadi, para pengendara dari arah Marabahan (Batola) tidak bisa lagi memutar arah. Karena, Jalan Adhyaksa juga akan diberlakukan satu arah,” kata Ichwan Noor Chalik kepada jejakrekam.com, Jumat (11/1/2019).

BACA :  Wacana Ruas Jalan Satu Arah Munculkan Polemik

Tak hanya itu, Ichwan menegaskan bagi armada angkutan berupa truk maupun alat berat dipaksa untuk melalui jalan Lingkar Utara dan tidak diperbolehkan lagi untuk masuk ke dalam kota.

“Kami juga memastikan untuk lampu merah di Simpang Tiga Tulip Kayutangi bakal ditutup. Sebab, jika tidak ditutup, hal ini bisa terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi macet,” tutur Ichwan.

Mantan Kepala Satpol PP Banjarmasin ini mengutarakan di kawasan lampu merah (traffic light), tidak ada lagi pertigaan jalan. Dengan begitu, menurut Ichwan, pengendara dari dalam kota mau lewat ke Jalan Cemara Raya, harus memutar dulu melewati Bundaran Kayutangi.

“Rekayasa lalu lintas ini harus diberlakukan, jika tidak kawasan Kayutangi akan berpotensi kacau lalu lintasnya. Tentunya, akan terjadi penumpukan kendaraan bermotor yang semakin padat,” papar Ichwan.

BACA JUGA :  Akses Jembatan Alalak Ditutup Bulan Depan, Pengalihan Lalu Lintas Masih Tunggu Kepastian

Dia yakin dengan rekayasa lalu lintas yang tepat, maka kemacetan yang sering terjadi di kawasan Kayutangi bisa terurai. Ichwan pun hakkul yakin dampaknya akan terasa luar biasa untuk memperlancar arus lalu lintas.

“Bisa jadi, Dishub Banjarmasin bakal banyak mendapat protes. Apalagi, kita sudah ada niatan juga untuk menjadikan jalur satu arah di tempat itu,” ucap Ichwan.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS