Tidak Terdata di MAKI, Kelompok yang Mengatasnamakan Dayak Patut Dipertanyakan

PENGURUS Masyarakat Agama Kaharingan Indonesia (MAKI) bertandang ke gedung DPRD Kalsel, Selasa (25/9/2018).

SELAIN menyampaikan undangan Aruh Ganal yang akan digelar pada 29 September 2018 nanti, mereka juga menegaskan jika ada kelompok atau orang yang akan melakukan kegiatan mengatasnamakan warga Dayak, namun tidak terdata dalam komunitas MAKI, maka patut dipertanyakan.

Sebab segala kegiatan komunitas lebih dulu harus diketahui pengurus MAKI. “Jika ada kelompok atau orang yang melakukan kegiatan mengatasnamakan warga Dayak, maka harus dicek dulu. Sebab bisa saja orang mengatasnamakan warga kami, tapi sesungguhnya bukan,” kata Ketua MAKI Kalsel melalui Sekretaris II MAKI Kalsel, Ardjan.

Sebab, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan ada orang atau kelompok yang memanfaatkan sesuatu demi kepentingan tertentu.

Diungkapkan Ardjan, sejak diperolehnya SK dari MAKI Pusat pada 18 September 2018 lalu, maka warga Dayak Meratus di HSS menyusun kepengurusan tingkat provinsi, yang pada Aruh Ganal nanti dilantik sebagai pengurus MAKI tingkat kabupaten/kota. Untuk kawasan Meratus HSS terdapat 49 balai adat dengan 5.000 warga.

Ardjan berharap, melalui kepengurusan MAKI nanti pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan keberadaan mereka. Sebab sejauh ini, komunitas Dayak masih merasakan minim perhatian dan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Kami berharap jangan lagi ada tapi seperti tiada. Kami ini jelas merupakan masyarakat Kalsel yang harus sejajar dengan lainnya,” tegasnya, yang didampingi sesepuh warga Dayak Damang Ayal Kual.

Wakil Ketua DPRD Kalsel Asbullah mengaku menyambut baik dan menampung aspirasi yang disampaikan warga Dayak Meratus itu.

“Kami sangat senang apresiasi positif pada saudara kita yang sudah datang. Apa yang mereka sampaikan sangat wajar, karena mereka merupakan masyarakat Kalsel,” kata Asbullah.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...