Dirgahayu

Dilaporkan Ada yang Sudah Mati, Cek Ulang Akreditasi SMA/SMK di Kalsel

DATA akreditasi sejumlah SMA/SMK sederajat yang kini dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan, didesak segera di-update. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada sejumlah sekolah menengah atas yang telah habis masa berlakunya, sehingga bisa mempengaruhi lembaga pendidikan tersebut.

SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, HM Lutfi Saifuddin mengatakan jika akreditasi sejumlah SMA/SMK  segera tak diperbaharui, maka tahun depan, terancam tak bisa menyelenggarakan ujian nasional. Hal ini menjadi tugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan.

“Jadi, saya harapkan Disdikbud Kalsel segera melakukan perpanjangan akreditasi ini,” ujar Lutfi Saifuddin kepada wartawan di Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (26/4/2017).

Legislator Partai Gerindra ini menyebutkan informasi itu atas habisnya masa berlaku akreditasi sejumlah sekolah berasal dari laporan yang dihimpun DPRD. Kemudian, beber dia, ditidaklanjuti dengan meminta keterangan pada pejabat Disdikbud Kalsel.

Mengenai penyebabnya, Lutfi memprediksi karena berpindahnya kewenangan pengelolaan tingkat SMA/SMK dari semula kabupaten dan kota ke Pemprov Kalsel.

Hal ini, menurutnya, disebabkan keterbatasan waktu managerial dinas, seperti harus membenahi jumlah tenaga pengajar beserta gajinya, persiapan ujian nasional pekan lalu, hingga hal teknis lainnya. Terkait urusan akreditasi  sekolah, Lutfi mengatakan lazimnya  diproses pada pertengahan tahun atau bulan Juni oleh Disdikbud Kalsel dengan berkoordinasi bersama Badan Akreditasi Provinsi (BAP). “Jangan sampai hal ini justru menghambat bagi anak-anak sekolah mengikuti ujian sekolah dan nasional,” cetus Lutfi.

Sementara, Kepala Pembinaan Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun menegaskan, bahwa pihaknya telah menyediakan dana APBD-P 2017 untuk plafom pengurusan akreditasi bagi 100 buah SMA/SMK di Kalsel, dengan biaya per sekolah masing-masing Rp 6 juta.

“Kami mengimbau bagi sekolah yang mengalami hal di atas, untuk bersiap-siap melakukan pengurusan akreditasi,” ujarnya.

Mengenai jumlah sekolah menengah atas yang habis dan akan berakhir masa akreditasinya, Muhammadun mengakui  belum mengetahui secara persis. “Namun, diperkirakan  jumlahnya di bawah 100 sekolah dari jumlah total 310 SMA/SMK yang ada di Kalsel,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis   : Igam

Editor    :  Didi G Sanusi

Foto       :  Youtube.com