14 Hari Operasi Patuh Intan 2024, Jumlah Kecelakaan Menurun 28 Persen

0

OPERASI Patuh Intan 2024 yang digelar selama 14 hari ternyata memberikan dampak positif. Pasalnya, angka kecelakaan mengalami penurunan hingga 28 persen.

JIKA dibandingkan dengan Tahun 2023 lalu, terjadi sebanyak 28 kejadian. Sementara itu, pada 2024 ini, hanya terjadi 20 kejadian kecelakaan.

Untuk korban yang mengalami luka berat selama operasi ini juga mengalami penurunan. Tahun 2023, jumlah korbannya sebanyak 5 orang dan Tahun 2024 sebanyak 3 orang, adapun luka ringan Tahun 2023 sebanyak 27 kejadian dan Tahun 2024 sebanyak 16 kejadian.

BACA : Kerahkan 439 Personel, Operasi Patuh Intan 2024 Kembali Digelar

Namun, korban meninggal dunia mengalami peningkatan 1 persen, dimana tahun 2023 korban meninggal dunia sebanyak 7 orang dan di Tahun 2024 ada 8 orang.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Robertho Pardede melalui PS Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalsel, Kompol Abd Rahman menyampaikan, terjadinya penurunan karena kegiatan preemtif dan preventif dilakukan dengan maksimal untuk mengurang fatalitas kecelakaan lalu lintas

“Untuk penindakan kita lakukan dengan ETLE, baik statis maupun mobile,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/7/2024).

BACA JUGA :  Angka Kecelakaan di Kalsel Turun, Pelanggaran ETLE Meningkat

Agar mengurangi pelanggaran dijalan, pihaknya juga melakukan peneguran kepada pengendara, dimana pada tahun 2023 ada sebanyak 3.681 teguran dan tahun 2024 ada 6.933 teguran. Kegiatan seperti ini akan terus kita lalukan, terlepas ada atau tidak ada operasi.

“Teguran kepada pengendara merupakan rutinitas kita setiap hari, kami juga himbau kepada pengguna jalan, ketika berkendara taatilah peraturan lalu lintas, pakailah safety belt untuk roda empat, kemudian jangan menggunakan handphone ketika mengemudi atau mengendarai kendaraan roda dua,” jelasnya.

Dalam Operasi Patuh Intan 2024 kali ini, Polda Kalsel mengerahkan 439 personel gabungan, serta dibantu unsur TNI dan pemerintah daerah. Operasi tersebut menyasar pengendara menggunakan ponsel, pengemudi di bawah umur.

Kemudian, berboncengan lebih dari satu, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang tidak memakai safety belt, pengendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus serta melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.(jejakrekam)

Penulis Iman S
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.