WACANA penempatan lokasi Pasar Wadai Ramadhan di kawasan Jalan Singabana, Kotabaru, dipastikan batal setelah mendapat penolakan dari warga setempat.
PENOLAKAN tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga dalam rapat bersama Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru Risa Ahyani, Lurah Kotabaru Tengah, serta sejumlah petugas Satpol PP dan Damkar, Rabu pagi.
Salah satu tokoh masyarakat, H. Fahmi, menyatakan warga dengan tegas menolak jika Jalan Singabana dijadikan lokasi Pasar Wadai selama bulan Ramadhan.
Penolakan tersebut dilatarbelakangi beberapa alasan, di antaranya karena Jalan Singabana merupakan jalan poros yang dinilai tidak tepat dialihfungsikan menjadi area pasar selama satu bulan penuh.
Selain itu, keberadaan pasar wadai dikhawatirkan dapat mengganggu akses jalan warga serta berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Intinya tidak ada negosiasi. Kami dengan tegas menolak jika Pasar Wadai berada di Singabana,” tegas H. Fahmi kepada awak media.
Menanggapi penolakan tersebut, Pemerintah Daerah melalui Diskoperindag Kotabaru menerima aspirasi warga dan memutuskan membatalkan rencana lokasi Pasar Wadai Ramadhan di Jalan Singabana.
“Intinya kami sudah menerima aspirasi warga dan mereka sepakat menolak dengan berbagai alasan. Jadi, lokasi pasar wadai akan kami pindahkan dan tidak lagi di Singabana sesuai rencana awal,” ujar Risa Ahyani.
Risa menjelaskan, lokasi alternatif Pasar Wadai Ramadhan akan dipusatkan di kawasan Car Free Day (CFD), tepatnya di depan eks Kantor Bupati dan kawasan Siring Laut. “Tadi sudah kami tinjau bersama, kemudian dilaporkan ke pimpinan dan disetujui. Lokasi pasar wadai nantinya difokuskan di kawasan CFD karena dinilai lebih tepat dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” pungkasnya.

