WAKIL Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Wakil Ketua TP PKK Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi memimpin sekaligus memberikan arahan dalam audiensi persiapan rembug stunting, pada Rabu (16/5/2025).
KEGIATAN yang digelar di rumah dinas Wakil Gubernur Kalsel, Jalan S Parman, Keluarahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah ini, dihadiri pula oleh pimpinan SKPD lingkup Pemprov terkait. Diantaranya, Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Ahmad Bagiawan; Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), Ariadi Noor; Kepala Dinas Komunikasi, Informasi Digital merangkap Plt Kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Muslim; dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB), Sri Mawarni yang didampingi para kepala bidang masing-masing. Serta pemangku kepentingan lain, yakni Direktur Bank Kalsel, Fahrudin dan Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, Farah Adibah.
Dalam arahannya, Wagub Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, penanganan stunting perlu sinergitas lintas sektor yang kuat karena saling berkaitan satu sama lain.
BACA: Angka Stunting di Kalsel Capai 24,6 Persen, Pernikahan Dini Salah Satu Penyebabnya
Wagub Hasnuryadi Sulaiman setuju, pernikahan dini dan kemiskinan menjadi salah satu faktor pemicu kasus stunting, sehingga masalah ini perlu menjadi perhatian. Termasuk masalah pendidikan, akhlak atau karakter masyarakat yang perlu pembinaan sehingga bisa mengelola sumberdaya alam yang ada.
“Berbicara soal stunting, banyak hal yang dibahas, dan Pemprov Kalsel siap melakukan apa yang menjadi kewenangan pemerintah,” ungkap Hasnuryadi Sulaiman.
Beliau pun mengapresiasi dukungan yang disampaikan sejumlah pihak, seperti Bank Kalsel dan Kantor Perwakilan BKKBN Kalsel.
Rembuk stunting adalah kegiatan musyawarah untuk membahas dan merumuskan tindak lanjut penurunan stunting. Rembuk stunting dilakukan di tingkat desa, kecamatan, atau kota.
Rembuk stunting merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menurunkan angka kasus stunting yang dilakukan setelah pemerintah kabupaten/kota mendapatkan hasil Analisis Situasi (Aksi Integrasi #1).
BACA JUGA: Jadi PR Pemerintah, Angka Stunting Warga Kalsel Masih di Atas Rata-rata Nasional
Bertindak selaku moderator persiapan rembuk stunting, Muhammad Muslim menyebut Provinsi Kalsel saat ini termasuk provinsi dengan penanganan stunting cukup bagus secara nasional. Kendati demikian, masih diperlukan strategi-strategi dalam penanganan kasus stunting kedepan.
Dalam kaitannya dengan penanganan stunting di daerah, wakil gubernur/wakil walikota/bupati, ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di daerah masing-masing.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua TP PKK Kalsel drg Ellyana Trisya Hasnuryadi mengatakan, TP PKK sudah menyusun program untuk membantu pemerintah dalam upaya penanganan stunting di daerah. “TP PKK Kalsel siap berkoordinasi dengan Bappeda atau pihak lainnya,” ujarnya.
Kepala DPPPA-KB Kalsel Sri Mawarni menyampaikan, kesiapan pihaknya dalam mendukung program penanggulangan stunting, termasuk upaya mengatasi masalah pernikahan dini dan kemiskinan yang menjadi salah satu pemicu terjadi stunting.
BACA LAGI: CSR Bank Kalsel Dukung Program Semesta Mencegah Stunting
Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor menyampaikan, sekilas tentang tugas pemerintah dalam upaya percepatan penanganan stunting, mulai perencanaan penganggaran, peningkatan kualitas pelaksanaan program, hingga peningkatan kualitas pemantauan.
Ariadi Noor juga menyebutkan, lima strategis penanganan stunting yakni Komitmen dan Visi Kepemimpinan, Kampanye Nasional dan Perubahan Perilaku, Konvergensi Program Pusat, Daerah dan Desa, Ketahanan Pangan dan Gizi, dan Pemantauan dan Evaluasi.
Masukan dan upaya yang dilakukan jajaran BKKBN Kalsel disampaikan Farah Adibah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu dan menyusui, dan balita di bawah usia 2 tahun.
Selanjutnya, Direktur Bank Kalsel Fahrudin menyebut, pihaknya memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang bisa disalurkan untuk membantu upaya penanggulangan stunting ini, termasuk dana dari UPZ yang bekerjasama dengan Baznas.
“Kami akan selalu support kepala pemerintahan provinsi Kalsel,” ujar Fahrudin.(jejakrekam)

