TIGA oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata bukan orang sembarangan.
Disebut-sebut, ketiganya merupakan pejabat di lembaga penegak hukum yang bermarkas di Amuntai, ibu kota Kabupaten HSU tersebut.
Mereka masing-masing diduga menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) berinisial TT (masih buron), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) berinisial AZ, serta seorang pimpinan di Kejari HSU.
Sejumlah sumber menyebut, operasi senyap yang berlangsung sejak Kamis (18/12/2025) itu tidak hanya menyasar internal kejaksaan, tetapi juga menyeret pejabat aktif pemerintah daerah.
BACA: Prediksikan Defisit RI Makin Melebar di 2027, Menkeu Purbaya: Jangan Terlalu Percaya Bank Dunia
Informasi yang berkembang, KPK diduga telah berada di HSU selama beberapa pekan tiga pekan untuk melakukan pemantauan sebelum OTT.
Bahkan, kabarnya KPK telah melakukan pemeriksaan dilakukan secara tertutup dengan memanfaatkan fasilitas di Polres Hulu Sungai Utara.
Kepolisian setempat menegaskan hanya meminjamkan ruangan dan tidak terlibat dalam materi pemeriksaan.
Aktivitas aparat yang tak biasa terpantau di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara pada Kamis siang.
Lokasi ini berdampingan langsung dengan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu titik awal menguatnya dugaan OTT.
BACA: OTT KPK di Kabupaten HSU, Diduga Terkait Kasus Pemerasan
Sumber kakinews.id menyebutkan, sejumlah pejabat yang diduga diamankan merupakan kepala dinas aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Selain itu, setidaknya tiga oknum jaksa turut terseret.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pihak-pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang disangkakan.
Redaksi masih terus melakukan konfirmasi kepada KPK dan instansi terkait untuk memperoleh keterangan resmi dan memastikan perkembangan terbaru kasus yang kini menjadi sorotan publik tersebut. (Tim, jejakrekam.com)

