BANJIR yang terjadi di Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, semakin parah.
Kondisi terkini Minggu (28/12/2025) pagi, air masih merendam rumah warga dengan ketinggian mencapat atap rumah.
Warga melaporkan, kondisi banjir sangat dalam membuat sebagian orang terpaksa mengungsi. Namun ada juga yang memilih bertahan dengan naik ke bagian rumah yang lebih tinggi seperti plafon dan loteng.
Kawasan Pengaron sendiri sudah menjadi langganan banjir setiap tahun di Kabupaten Banjar.
Banjir juga merendam permukiman warga di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari.
BACA: Kalsel Dikepung Banjir, di Kabupaten Balangan Air Setinggi Atap Rumah
Air mulai naik pada Jumat (26/12/2025) sore dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Sabtu (27/12/2025) dini hari, sehingga melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa dilakukan evakuasi.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, Yunus, genangan air mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 Wita.
Hujan yang tak kunjung reda membuat ketinggian air terus bertambah hingga mencapai titik tertinggi sekitar pukul 02.00 Wita. “Di dalam rumah, air sudah setinggi sepinggang orang dewasa,” ujar Yunus.
Banjir tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak malam sebelumnya, yang menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.
Proses evakuasi warga baru dapat dilakukan pada Sabtu pagi dengan bantuan peralatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar.
Evakuasi sempat mengalami kendala karena alat evakuasi yang tersedia sebelumnya mengalami kerusakan, seperti pecah dan kempes. (Erna Djedi/berbagai sumber)

